Berita

Ilustrasi logo NU/Net

Politik

Mirip Kontestasi Politik, Ansor Jatim Minta Sudahi Narasi Pertikaian Muktamar NU

MINGGU, 28 NOVEMBER 2021 | 20:56 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Adu manuver opini yang mengarah pada polarisasi di tubuh Nahdlatul Ulama (NU) jelang Muktamar NU ke 34 di Lampung, dikritik PW GP Ansor Jawa Timur.

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Syafiq Syauqi mengatakan, PW GP Ansor Jatim mengimbau agar semua pihak untuk menjauhi narasi pertikaian di muka publik.

Ia menilai, perselisihan muktamar NU dibawa ke ruang pblik tidak produktif dan mendelegitimasi kesakralan NU.


Pria yang karib disapa Gus Syafiq menjelaskan Muktamar NU adalah forum tertinggi ulama NU.

"Ini forumnya ulama bukan forum publik, terlebih di era sosial media seperti saat ini adalah menjadi kontraproduktif bahkan meruntuhkan marwah besar NU jika semua hal terkait perbedaan sikap selalu diamplifikasi di ruang publik," demikian kata Gus Syafiq seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJatim, Minggu (28/11).

Ia meminta kepada siapapun untuk menahan diri dari perilaku dan gerakan narsis yang bertujuan mempengaruhi opini publik.

"Jangan lakukan dan jangan samakan cara gerak tim pemenangan dengan kontestasi pemilu. Naif dan sangat disayangkan seolah menyeret publik dalam skenario untuk melakukan polarisasi di tubuh NU, hati-hati," imbuhnya.

Ia menyayangkan adanya adu manuver terkait Muktamar NU. Gus Syafiq berpandangan, manuver itu muncul karena terlalu liarnya penggunaan strategis pemenangan di luar tradisi Muktamar NU.

"Ini akhirnya mirip kontestasi politik bukan muktamar," terangnya.

PW Ansor, kata Gus Syafiq mengimbau eluruh kader Ansor khususnya di Jawa Timur untuk tidak ikut terbawa arus polarisasi.

"Semua pihak untuk cukup dan sudahi cara main yang tidak mendidik dan jauh dari akhlaq santri," tandasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya