Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Beijing: Peringatan Keras untuk Taiwan, Upaya Minta Dukungan Asing dan Andalkan AS untuk Kemerdekaan adalah Jalan Buntu

SABTU, 27 NOVEMBER 2021 | 07:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kunjungan sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat ke Taiwan pada Jumat (26/11) membuat China semakin meradang. Delegasi yang termasuk Mark Takano dari Demokrat, Elissa Slotkin, Colin Allred, Sara Jacobs, dan Nancy Mace dari Partai Republik itu, bertemu Presiden Tsai Ing-wen di Kantor Kepresidenan Taiwan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian buka suara atas kunjungan tersebut.

Dalam pernyataannya, ia mendesak agar AS dengan sungguh-sungguh mematuhi prinsip satu-China dan tiga Komunike Bersama China-AS dan segera menghentikan segala bentuk interaksi resmi dengan Taiwan.


"Kunjungan ke Taiwan oleh beberapa anggota parlemen AS sangat melanggar prinsip satu-China dan ketentuan dari tiga Komunike Bersama China-AS dan mengirimkan sinyal yang sangat salah untuk mendukung pasukan separatis kemerdekaan Taiwan," kata Zhao Lijian pada konferensi pers harian, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (27/11).

"China sangat menyesalkan dan dengan tegas menolak ini dan telah mengajukan perwakilan serius dengan pihak AS," katanya.

Memperhatikan bahwa reunifikasi China adalah tren sejarah yang tak bisa diabaikan, Zhao mengatakan pertunjukan yang dilakukan oleh politisi AS dan otoritas Taiwan tidak akan pernah mengubah kenyatan bahwa 180 negara di dunia berkomitmen dengan prinsip satu-China.

"Peringatan keras kepada pihak berwenang Taiwan: Upaya untuk meminta dukungan asing dan mengandalkan Amerika Serikat untuk mencari kemerdekaan akan membuktikan jalan buntu," katanya.

Dalam pernyataan berbeda, juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional China Wu Qian juga mengegaskan soal kesiapan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) mencegah upaya apapun uang mengarah ke proses kemerdekaan Taiwan.

"PLA siap setiap saat untuk memerangi dan menghancurkan setiap upaya separatis untuk kemerdekaan Taiwan, dan untuk dengan tegas membela kedaulatan dan integritas teritorial China," kata Wu.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya