Berita

Seorang pelancong diuji untuk penyakit virus corona di tengah penguncian Covid-19 secara nasional, di Grasmere Toll Plaza, di Lenasia, Afrika Selatan, 14 Januari 2021/Net

Dunia

Afrika Selatan Sesalkan Larangan Terbang oleh Inggris Karena Alasan Varian Baru Covid B.1.1.529

JUMAT, 26 NOVEMBER 2021 | 15:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keputusan Pemerintah Inggris melarang penerbangan dari Afrika Selatan menyusul munculnya varian baru Covid-19 disesalkan pihak Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan.

Mereka menilai Inggris terlalu terburu-buru mengambil keputusan tersebut karena bisa merusak sektor industri dan pariwisata yang mulai bangkit.

"Kekhawatiran langsung kami adalah kerusakan yang akan ditimbulkan keputusan ini terhadap industri pariwisata dan bisnis kedua negara," kata Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Naledi Pandor dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (26/11).


"Afrika Selatan akan terlibat dengan pihak berwenang Inggris untuk mencoba membuat mereka mempertimbangkan kembali keputusan mereka," tambah pernyataan itu.

Para ilmuwan sejauh telah mendeteksi munculnya varian B.1.1.529 dalam jumlah yang relatif kecil di Afrika Selatan, Botswana dan Hong Kong, tetapi mereka khawatir dengan jumlah mutasi yang tinggi yang dapat membantunya menghindari respon imun tubuh dan membuatnya lebih mudah menular.

Menanggapi perkembangan tersebut, Inggris pada Kamis (25/11) untuk sementara melarang penerbangan dari Afrika Selatan, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Lesotho dan Eswatini mulai Jumat.

Afrika Selatan telah meminta pertemuan mendesak dari kelompok kerja Organisasi Kesehatan Dunia tentang evolusi virus pada hari Jumat untuk membahas varian baru.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya