Berita

Perdana Menteri Scott Morrison /Net

Dunia

Kapal Mata mata China Terlihat di Australia, Morrison Ingatkan Situasi Serius di Indo-Pasifik

JUMAT, 26 NOVEMBER 2021 | 14:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kapal mata-mata China dilaporkan terlihat di lepas pantai Australia, menunjukkan adanya masalah serius antara kedua negara belum juga mereda.

Kabar kehadiran kapal mata-mata itu diakui Perdana Menteri Scott Morrison dalam pernyataannya pada Jumat (26/11) waktu setempat. Dia mengkonfirmasi bahwa sebuah kapal pengintai China menghabiskan beberapa waktu di dekat pantai negaranya awal tahun ini, menggarisbawahi adanya 'situasi yang sangat serius' di kawasan Indo-Pasifik.

“Saya pikir kehadiran Angkatan Laut China – yang kami sadari, dan mereka terus mengawasi kami dan kami terus mengawasi mereka – pentingnya itu adalah untuk menyoroti kepada orang Australia bahwa ada situasi yang sangat serius di Indo-Pasifik," kata Morrison kepada wartawan, seperti dikutip dari RT.


"Mereka memiliki hak untuk berada di tempat mereka berada. Kami tahu mereka ada di sana. Mereka dapat berada di sana di bawah hukum maritim internasional. Tapi jangan berpikir sejenak bahwa kita tidak mengawasi mereka seperti mereka berusaha untuk mengawasi kita," ujarnya.

Morrison juga mengatakan bahwa dia mengharapkan Beijing agar memberi negaranya kelonggaran yang sama ketika berlayar dengan kapalnya sendiri di wilayah yang disengketakan di Laut China Selatan, di mana ada klaim yang telah menimbulkan ketegangan lama antara China dan sejumlah negara regional lainnya.

The Daily Telegraph menjadi media yang pertama melaporkan keberadaan kapal mata-mata China tersebut, yang diklaim telah mengitari pantai selama tiga minggu antara Agustus dan September.

Menteri Pertahanan Peter Dutton mengkonfirmasi jangka waktu itu, mengatakan kepada media pada hari Jumat bahwa kapal itu tetap berada di luar perairan Australia dan tidak melanggar hukum.

Dia menambahkan kemudian, bagaimanapun, bahwa pengerahan itu 'mengkhawatirkan', dan mengatakan itu bertentangan dengan retorika Beijing tentang mempromosikan perdamaian dan keamanan di Asia-Pasifik.

Ketegangan China dan Australia kembali meningkat, setelah Canberra dilaporkan tengah mempertimbangkan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Beijing 2022, meskipun para pejabat dikatakan menunggu keputusan Washington sebelum membuat keputusan sendiri.

Diskusi tentang potensi boikot dipicu oleh kritik atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia China, yaitu terhadap minoritas Muslim Uighur.

Selain kontroversi Olimpiade, ketegangan lain antara Australia dan China telah didorong oleh sengketa perdagangan yang telah berlangsung lama, yang membuat China melarang impor batu bara Australia.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Ini Lima Kebutuhan Dasar yang Jadi Tantangan Jakarta Versi Fahira Idris

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:21

Dari Modal Rp300 Ribu, IDEacraft Tembus Pasar Jateng Berkat Pemberdayaan BRI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:09

Islam, Sosialisme, dan Keindonesiaan: Jalan Perjuangan Kader SEMMI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:05

Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Masih Bisa Dilawan

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:41

Harga Pertamax Cs Diprediksi Turun pada Juli 2026

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:10

Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Sambut HUT ke-499

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:04

Belanda Buka Asa Lolos 32 Besar Usai Gulung Swedia 5-1

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:28

Kemendikdasmen Ditagih soal Putusan MK terkait Sekolah Swasta Gratis

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:06

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Untungkan Kubu Jokowi secara Opini

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:01

Aliansi BEM Persatuan Indonesia Dukung MBG, Ini Syaratnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 01:34

Selengkapnya