Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Tokoh-tokoh Rusia Bersuara Soal Rencana Boikot Olimpiade Beijing 2022

JUMAT, 26 NOVEMBER 2021 | 06:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Olahraga mestinya tidak dicampuraduk dengan urusan politik. Boikot olahraga atas nama politik adalah hal yang sangat menyedihkan.

Kepala Komite Olimpiade Rusia (ROC) Stanislav Pozdnyakov menyampaikan hal itu dalam pernyataannya, sekaligus mengecam tindakan negara-negara yang berencana melakukan  boikot diplomatik terhadap ajang Olimpiade Beijing 2022.
Menurutnya, keputusan memboikot sangat tidak masuk akal.

"Itu menghancurkan integritas olahraga. Olahraga harus dijauhkan dari masalah politik yang kompleks," kata Pozdnyakov dikutip dari TASS, Kamis (25/11).

"Itu menghancurkan integritas olahraga. Olahraga harus dijauhkan dari masalah politik yang kompleks," kata Pozdnyakov dikutip dari TASS, Kamis (25/11).

"Baik saya pribadi maupun rekan-rekan saya tidak mendukung boikot politik semacam itu karena mereka merusak integritas Olimpiade," kata Pozdnyakov.

Pernyataannya datang sehari setelah Ketua Parlemen Majelis Tinggi Rusia, Valentina Matviyenko, mengecam politisi yang menyerukan boikot Olimpiade Beijing.

Matviyenko mengatakan, kabar soal rencana pemboikotan itu amat ia sesalkan.

“Pernyataan seperti itu bertentangan dengan semangat parlementer dan prinsip-prinsip Olimpiade. Mereka tidak layak untuk melakukan pemboikotan atas nama politik," katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova. Dalam pernyataannya pada Kamis (25/11) ia mengatakan, Rusia menentang politisasi penyelenggaraan Olimpiade di mana pun di dunia, termasuk Olimpiade Beijing 2022.

"Kami melihat bahwa Amerika Serikat terus-menerus menggunakan basis regulernya dengan alasan yang tidak masuk akal. Mereka melakukan tindakan yang mengorganisir media dan kampanye politik yang bertujuan untuk merongrong organisasi Olimpiade di negara-negara, yang diyakini Amerika Serikat menggunakan kekuasaan," tandasnya.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya