Berita

Mayor Jenderal Ahmed Nasser al-Raisi/Net

Dunia

Di Tengah Tuduhan Penyiksaan, Jenderal UEA Ahmed Nasser al-Raisi Terpilih Sebagai Presiden Interpol Pertama dari Timur Tengah

JUMAT, 26 NOVEMBER 2021 | 06:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Seorang Inspektur Jenderal di Kementerian Dalam Negeri Uni Emirat Arab menjadi perhatian kelompok organisasi hak asasi manusia dan anggota Parlemen Eropa setelah terpilih sebagai Presiden Interpol yang baru.

Mayor Jenderal Ahmed Nasser al-Raisi, yang disebut-sebut terlibat dalam beberapa penyiksaan, resmi diangkat sebagai Presiden Interpol pada Kamis (25/11).

Pengangkatan Al Raisi diumumkan pihak Interpol lewat cuitan di akun Twitter @INTERPOL_HQ.


"#INTERPOLGA telah memilih Ahmed Nasser Al Raisi dari Uni Emirat Arab sebagai Presiden baru Organisasi. Al Raisi terpilih setelah 3 putaran pemungutan suara. Di babak final ia menerima 68,9 persen suara yang diberikan oleh negara-negara anggota," cuit akun tersebut.

Al Raisi dipilih oleh perwakilan Interpol (dari 140 negara anggotanya) dalam sebuah pertemuan di Turki pada Kamis, seperti dilaporkan Al-Arabiya.

Penunjukan tersebut menjadikannya kandidat pertama dari kawasan Timur Tengah  sejak badan penanggulangan kejahatan global itu didirikan pada 1920-an.

Dengan demikian pejabat senior kepolisian UEA itu akan menjalani masa jabatannya selama empat tahun di Lyon, Prancis.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia sebelumnya telah melobi untuk menentang pencalonan Al Raisi sebagai Presiden Interpol. Selama menjabat sebagai Inspektur Jenderal sejak 2015, ia dianggap gagal untuk menyelidiki keluhan-keluhan yang kredibel tentang penyiksaan terhadap pasukan keamanan UEA.

Keluhan "penyiksaan" diajukan terhadapnya dalam beberapa bulan terakhir di Prancis dan Turki, yang menjadi tuan rumah sidang umum Interpol di Istanbul minggu ini, menurut laporan The Guardian.

Namun, Al Raisi dengan tegas menolak tuduhan itu.

Kementerian luar negeri UEA mengatakan dia "sangat percaya bahwa pelecehan atau perlakuan buruk oleh polisi itu menjijikkan dan tidak dapat ditoleransi".

Salah satu pelapor, warga negara Inggris Matthew Hedges, mengatakan dia ditahan dan disiksa antara Mei dan November 2018 di UEA setelah ditangkap atas tuduhan spionase palsu selama perjalanan studi.

Kemenangan Raisi sebagai Presiden Interpol disebutnya sebagai "aib".

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Ini Lima Kebutuhan Dasar yang Jadi Tantangan Jakarta Versi Fahira Idris

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:21

Dari Modal Rp300 Ribu, IDEacraft Tembus Pasar Jateng Berkat Pemberdayaan BRI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:09

Islam, Sosialisme, dan Keindonesiaan: Jalan Perjuangan Kader SEMMI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:05

Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Masih Bisa Dilawan

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:41

Harga Pertamax Cs Diprediksi Turun pada Juli 2026

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:10

Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Sambut HUT ke-499

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:04

Belanda Buka Asa Lolos 32 Besar Usai Gulung Swedia 5-1

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:28

Kemendikdasmen Ditagih soal Putusan MK terkait Sekolah Swasta Gratis

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:06

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Untungkan Kubu Jokowi secara Opini

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:01

Aliansi BEM Persatuan Indonesia Dukung MBG, Ini Syaratnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 01:34

Selengkapnya