Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Perangkat Iphone Milik Enam Aktivis Thailand Diduga Diserang Penyusup yang Disponsori Negara

KAMIS, 25 NOVEMBER 2021 | 07:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setidaknya enam aktivis dan peneliti Thailand yang dikenal kritis terhadap pemerintah mengaku telah menjadi target peretasan yang dilakukan oleh ‘penyerang yang disponsori negara’.

Salah seorang yang mengaku menjadi target adalah Prajak Kongkirati, seorang ilmuwan politik di Universitas Thammasat. Dia mengatakan bahwa dirinya telah menerima dua email dari Apple yang memperingatkan bahwa akun iPhone dan iCloud miliknya telah menjadi sasaran, bersama dengan ‘pemberitahuan ancaman’ di akun Apple-nya.

Peneliti Sarinee Achananuntakul dan aktivis Yingcheep Atchanont dari kelompok pemantau hukum iLaw mengatakan bahwa mereka telah menerima email serupa, sementara seorang rapper, aktivis politik, dan politisi yang menentang pemerintah secara terpisah memposting tangkapan layar dari email yang sama di akun media sosial mereka.


Keenam orang tersebut dikenal mempunyai sikap yang kritis terhadap pemerintah.

“Jika perangkat Anda disusupi oleh penyerang yang disponsori negara, mereka mungkin dapat mengakses data sensitif, komunikasi, atau bahkan kamera dan mikrofon Anda dari jarak jauh,” demikian isi pesan peringatan yang mereka terima, seperti dikutip dari Bangkok Post, Rabu (24/11).

Kabar penyerangan itu datang sehari setelah Apple mengajukan gugatan terhadap perusahaan cyber Israel NSO Group dan perusahaan induknya OSY Technologies atas dugaan pengawasan dan penargetan pengguna Apple AS dengan spyware Pegasus-nya.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, Apple mengatakan bahwa kelompok NSO telah menciptakan "teknologi pengawasan yang disponsori negara" yang ditujukan untuk "sejumlah kecil pengguna".

Tidak segera jelas dalam peringatan Apple pada hari Rabu apakah perusahaan tersebut percaya orang Thailand menjadi sasaran Pegasus.

Kelompok pengawas keamanan internet Citizen Lab mengidentifikasi pada tahun 2018 sebagai operator spyware Pegasus yang aktif di Thailand.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya