Berita

Pesawat pengebom B-52 Stratofortress Angkatan Udara AS mendarat saat latihan Lightning Focus di Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Australia (RAAF) di Darwin, Australia/Net

Dunia

Think Tank Australia: Berbahaya Bagi Taiwan, Canberra Harus Hentikan Sewa Pelabuhan Darwin ke China

SENIN, 22 NOVEMBER 2021 | 16:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kepala lembaga pemikir Australia Peter Jennings menerbitkan sebuah artikel yang menyerukan agar Canberra mengakhiri Pelabuhan Darwin kepada sebuah perusahaan China, dengan mengatakan bahwa pelabuhan itu akan bernilai strategis jika China menyerbu Taiwan.

Dalam sebuah artikel untuk The Strategist, yang diterbitkan oleh Australian Strategic Policy Institute (ASPI), Jennings menggambarkan pelabuhan itu sebagai aset strategis penting yang harus dimiliki oleh Australia sendiri.

“Tidak ada langkah yang lebih penting yang dapat diambil oleh pemerintah Morrison selain mengakhiri sewa 99 tahun Pelabuhan Darwin ke perusahaan China Landbridge,” tulisnya, seperti dikutip dari Taiwan News, Senin (22/11).


Jennings lalu menggambarkan perbatasan utara Australia sebagai ‘benteng penting selatan Indo-Pasifik’. Dia mengatakan para perencana perang China tidak akan membatasi diri untuk hanya menyerang di seberang Selat Taiwan jika Tentara Pembebasan Rakyat bergerak di pulau itu.

Dalam artikelnya Jennings memperkirakan China pertama-tama akan mencoba untuk menegakkan batas yang luas di laut dan langit di sekitar Taiwan dan menolak akses pasukan AS dan sekutu ke ruang pertempuran. Ini kemungkinan akan melibatkan penghentian pengiriman, penonaktifan satelit, penutupan jaringan listrik dengan serangan siber, dan tindakan pencegahan lainnya untuk melumpuhkan pasukan sekutu saat mereka masih jauh.

“Strategi Amerika adalah untuk menyebarkan kekuatannya dan membuat mereka terus bergerak, membuat mereka menjadi target yang sesulit mungkin,” tulis Jennings.

“Pelabuhan Darwin, dan daerah sekitarnya, akan sangat penting untuk penempatan pesawat AS dalam keadaan seperti ini,” lanjutnya.

Untuk itu, Jennings mengatakan pelabuhan tersebut harus direklamasi dan kemudian diperbaharui dengan fasilitas dan pangkalan udara baru.

Jennings juga merekomendasikan agar Canberra mengundang pasukan militer dari Inggris, Jepang, dan India untuk membangun kehadiran di Australia utara, bergabung dengan Korps Marinir AS, yang telah berada di wilayah tersebut selama 10 tahun.

“Hanya melalui unjuk kekuatan yang bersatu, Australia dan mitra keamanannya dapat meyakinkan China bahwa menyerang Taiwan secara sepihak terlalu berisiko,” pungkasnya.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya