Berita

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha/Net

Dunia

Tak Terima Dituding Ingin Langgengkan Kekuasaan, PM Thailand: Saya Bukan Orang Jahat atau Diktator

SENIN, 22 NOVEMBER 2021 | 14:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha dengan tegas menolak kritik yang mengatakan bahwa dirinya bermaksud memanfaatkan strategi nasional 20 tahun yang dicanangkan pemerintah untuk mempertahankan kekuasaan.

Berbicara pada seminar yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang Thailand (TCC) pada Minggu (21/11), Prayut mengatakan kemiskinan, ketidakadilan, dan ketidaksetaraan adalah masalah mendasar yang masih belum terpecahkan, dan langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini termasuk dalam strategi nasional tersebut.

“Upaya telah dilakukan untuk mendistorsi niat (strategi). Saya bersikeras bahwa saya tidak ingin mempertahankan kekuasaan selama 20 tahun ke depan,” kata Prayut, seperti dikutip dari Bangkok Post, Senin (22/11).


Dikatakannya, strategi tersebut dirancang untuk mencakup semua aspek pembangunan nasional negara dan demi masa depan negara.

“Saya bukan tipe yang keras kepala. Kalau usulannya masuk akal, saya siap menerimanya dan kita juga harus mengikuti prosedur,” kata Prayut.

“Saya selalu memikirkan sejauh mana hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah. Jika mereka ingin kami menyelesaikan masalah, kami akan meminta mereka untuk lebih spesifik. Saya bukan orang jahat atau diktator. Kami akan melakukan yang terbaik yang kami bisa,” tegasnya.

Rencana pembangunan selama 20 tahun telah mendapat kritik dari para pengamat. Mereka memperingatkan bahwa itu bisa menjadi pengekang bagi pemerintah masa depan, melumpuhkan kemampuan mereka untuk membuat keputusan untuk merespons dan beradaptasi dengan keadaan yang berubah.

Mereka juga mengatakan tidak adil bahwa pemerintah membuat rencana untuk memaksakan tangan pemerintah terpilih di masa depan selama 20 tahun ke depan. Kebijakan yang akan dideklarasikan di parlemen oleh pemerintah baru perlu mengikuti garis yang ditetapkan oleh strategi nasional.

Namun, Wakil Perdana Menteri Wissanu Krea-ngam sebelumnya mengatakan undang-undang strategi nasional menetapkan bahwa undang-undang tersebut dapat ditinjau dan disesuaikan setiap lima tahun untuk menanggapi keadaan yang berubah.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya