Berita

Xi Jinping dan Joe Biden dalam pertemuan 2012 di Gedung Putih/Net

Dunia

China: Dialog Ekonomi AS-Taiwan Bentuk Pengkhianatan Janji Biden pada Xi Jinping

SENIN, 22 NOVEMBER 2021 | 08:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rencana Dialog Kemitraan Kemakmuran Ekonomi AS-Taiwan (EPPD) kedua yang akan digelar pada Senin (22/11) di Taiwan mendapat kritikan tajam dari pejabat dan pengamat di China.

Media melaporkan, pertemuan tersebut dilakukan di bawah naungan Institut Amerika di Taiwan dan Kantor Perwakilan Ekonomi dan Budaya Taipei di Amerika Serikat. Sekretaris Pertumbuhan Ekonomi, Energi, dan Lingkungan Jose W Fernandez akan memimpin delegasi AS.

Ini adalah putaran kedua pembicaraan ekonomi antara kedua belah pihak sejak EPPD pertama berlangsung pada November 2020.


"Kemitraan kami dibangun di atas perdagangan dan investasi dua arah yang kuat, ikatan antar-rakyat, dan dalam pertahanan bersama kebebasan dan berbagi nilai-nilai demokrasi," klaim Departemen Luar Negeri AS dalam catatan media.

Pada putaran pertama yang diadakan pada bulan-bulan terakhir pemerintahan Donald Trump pada tahun 2020, kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman lima tahun dan berjanji untuk terus menjalin hubungan ekonomi yang lebih erat.

Liu Pengyu, juru bicara Kedutaan Besar China di Washington mengecam rencana pertemuan tersebut.

"Kami meminta pemerintah AS menghentikan semua bentuk pertukaran dan kontak resmi dengan Taiwan, berhenti meningkatkan hubungannya dengan wilayah Taiwan di cara substantif apa pun, untuk menghindari kerusakan serius pada hubungan China-AS serta perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan," katanya, seperti dikutip dari Global Times, Senin (22/11).

Sementara Yuan Zheng, wakil direktur dari Institute of American Studies, Chinese Academy of Social Sciences mengatakan pertemuan itu adalah bentuk pengkhianatan yang jelas terhadap prinsip satu-China di pihak Washington dan juga janji Presiden AS Joe Biden kepada Presiden Xi Jinping beru-baru ini untuk tidak mendorong kemerdekaan pulau yang diklaim sebagai wilayah Tiongkok tersebut.

Pengamat lainnya, Li Haidong, seorang profesor di Institut Hubungan Internasional Universitas Luar Negeri China mengatakan Amerika akan terus berupaya menahan China dengan melakukan kerja sama semacam itu.

"AS kemungkinan akan terus membangun hubungan ekonomi dengan pulau Taiwan dalam berbagai dimensi, untuk melayani tujuan meningkatkan ekonominya sendiri sambil menahan China," kata Li.

"Kemungkinan untuk mendorong pembicaraan tentang perjanjian perdagangan bebas antara kedua belah pihak tidak dapat dikesampingkan selama pertemuan tersebut," ujarnya.

Pembicaraan mengenai kesepakatan itu, jika ada, akan dianggap sebagai bentuk lain dari tindakan 'bermain api' AS yang sudah barang tentu akan membuat marah China dan bisa merusak hubungan kedua negara, kata para pengamat.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya