Berita

PM Sudan Abdalla Hamdok (kanan) menyetujui kesepakatan dengan pemimpin kudeta Jenderal Burhan (kiri)/Net

Dunia

Kudeta Sudan: Protes Meletus, Massa Menentang Kesepakatan Hamdok dengan Abdel Fattah al-Burhan

SENIN, 22 NOVEMBER 2021 | 06:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Militer Sudan telah mengembalikan posisi Abdalla Hamdok sebagai Perdana Menteri lewat kesepakatan yang ditandatangani antara Hamdok dengan pemimpin kudeta Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, Minggu (21/11).  

Menurut kesepakatan itu, militer juga akan membebaskan pejabat pemerintah dan politisi yang ditangkap sejak kudeta 25 Oktober lalu.

Hamdok muncul di TV dalam acara penandatanganan perjanjian untuk pembagian kekuasaan baru dengan Burhan.


“Penandatanganan kesepakatan ini membuka pintu yang cukup lebar untuk menjawab semua tantangan masa transisi,” kata Hamdok, seperti dikutip dari AlJazeera.

Sementara Burhan mengatakan, bahwa Hamdok akan memimpin kabinet teknokratis independen sampai pemilihan dapat diadakan. Masih belum jelas berapa banyak kekuatan yang akan dipegang pemerintah. Itu akan tetap berada di bawah pengawasan militer.

Namun koalisi sipil yang menominasikan Hamdok sebagai perdana menteri dua tahun lalu menolak untuk mengakui kesepakatan baru. Mereka yakin, kesepakatan itu terjadi di bawah tekanan.

Aksi protes pun tak terelakkan saat penandatanganan itu berlangsung.

Sebagai pahlawan gerakan protes, Hamdok dengan cepat menjadi penjahat bagi sebagian orang.

"Hamdok telah menjual revolusi," teriak pengunjuk rasa setelah kesepakatan diumumkan.

Asosiasi Profesional Sudan (SPA), sebuah kelompok protes terkemuka, menyebut kesepakatan itu "berbahaya".

"Hamdok telah mengecewakan kami. Satu-satunya pilihan kami adalah turun ke jalan," kata seorang pengunjuk rasa berusia 26 tahun di Khartoum, Omar Ibrahim, seperti dikutip dari BBC.

Hamdok mengatakan dia telah menyetujui kesepakatan itu untuk mencegah lebih banyak korban.

"Darah Sudan sangat berharga, mari kita hentikan pertumpahan darah dan arahkan energi pemuda ke dalam pembangunan dan pembangunan," katanya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya