Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Tak Terpengaruh Ancaman China, Taiwan-AS Bakal Gelar Kembali Dialog Kerja Sama Ekonomi

SABTU, 20 NOVEMBER 2021 | 12:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah berbagai tekanan yang semakin meningkat dari China, Amerika Serikat dan Taiwan dijadwalkan menggelar Dialog Kemitraan Kemakmuran Ekonomi AS-Taiwan kedua yang diluncurkan tahun lalu, pada Senin (22/11).

Departemen Luar Negeri mengatakan pada Jumat (19/11) bahwa AS akan diwakili sekretaris untuk pertumbuhan ekonomi, energi dan lingkungan, Jose Fernandez.

Sementara Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan pertemuan virtual tersebut akan diwakili Menteri Ekonomi Wang Mei-hua dan Menteri Sains dan Teknologi Wu Tsung-tsong.


Dikatakan dialog akan dilakukan di bawah naungan Institut Amerika di Taiwan (AIT) dan Kantor Perwakilan Ekonomi dan Budaya Taipei (TECRO) di Amerika Serikat, yang bertindak sebagai kedutaan tidak resmi masing-masing.

"Kemitraan kami dibangun di atas perdagangan dan investasi dua arah yang kuat, hubungan antar-warga, dan dalam pertahanan bersama atas kebebasan dan nilai-nilai demokrasi bersama," kata pernyataan itu, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (20/11).

Taiwan berharap dialog itu pada akhirnya dapat mengarah pada kesepakatan perdagangan bebas dengan Amerika Serikat dan memuji pertemuan perdana tahun lalu sebagai langkah maju.

Dialog tersebut adalah bagian dari peningkatan keterlibatan AS dengan Taipei di bawah mantan Presiden Donald Trump yang terus berlanjut oleh pemerintahan Biden, hingga membuat marah Beijing, yang mengklaim Taiwan sebagai miliknya.

Pengumuman yang disampaikan Departemen Luar Negeri pada Jumat itu muncul beberapa hari setelah pertemuan virtual antara Presiden AS Joe Biden dan Xi Jinping, di mana Presiden China itu mengingatkan para pendukung kemerdekaan Taiwan di Amerika Serikat sedang bermain dengan api.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya