Berita

Ribuan warga Iran memprotes pengalihan Sungai Zayandeh, Jumat 19 Nove,ber 2021/Net

Dunia

Sungai Kering, Ribuan Warga Iran Lakukan Protes Massal Terbesar

SABTU, 20 NOVEMBER 2021 | 10:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ribuan orang berkumpul di Isfahan, Iran, pada Jumat (19/11) sambil meneriakkan kata 'Kami disandera!" dan "Kembalikan Sungai Kami!" dengan suara yang lantang penuh kemarahan.

Mereka bergabung dengan barisan pengunjuk rasa yang telah hadir lebih dulu untuk memprotes pengalihan Sungai Zayandeh yang menyebabkan sungai paling penting di provinsi itu menjadi kering dan orang-orang kesulitan mendapatkan air.

Protes besar-besaran, yang kebanyakan dihadiri oleh para petani dari penjuru Isfahan, adalah yang terbesar sejak protes krisis air dimulai pada 8 November. Sejak tanggal itu, para pendemo mendirikan tenda di sisi sungai. Demo kemudian menyebar tidak hanya di Isfahan tetapi di penjuru Iran.


Gambar yang disiarkan di televisi pemerintah dan disebarkan di jejaring sosial menunjukkan ribuan warga menyemut di sepanjang sungai Zayandeh yang kering dengan spanduk-spanduk yang acungkan yang  berisi protes keras agar pemerintah segera mengembalikan sungai harapan mereka seperti keadaan semula.

“Ribuan orang dari Isfahan, petani dari timur dan barat provinsi, telah berkumpul di tepi Sungai Zayandeh yang kering dengan tuntutan utama: biarkan sungai mengalir,” lapor seorang jurnalis televisi pemerintah di Isfahan, seperti dikutip AFP.

“Selama bertahun-tahun, tidak ada keinginan (pemerintah) untuk menyelesaikan masalah sungai penting ini,” kata wartawan itu.

Para pendemo juga berteriak, “Sungai kami dijarah selama 20 tahun” dan “air sungai harus kembali.”

Kota Isfahan adalah yang terbesar ketiga di Iran, dengan populasi sekitar dua juta. Kota ini menjadi magnet wisata karena situs warisannya, termasuk jembatan bersejarah di seberang Sungai Zayandeh, yang telah kering sejak tahun 2000.

Kekeringan dianggap sebagai salah satu penyebabnya, tetapi para petani juga menyalahkan pengalihan air sungai oleh pihak berwenang ke provinsi tetangga Yazd.

Wakil Pertama Presiden Mohammad Mokhber mengatakan bahwa jajaran terkait sedang menyusun pertemuan untuk membahas masalah ini.

"Saya telah memerintahkan menteri energi dan pertanian untuk mengambil tindakan segera untuk mengatasi masalah ini," katanya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya