Berita

Wakil Rois Syuriah PWNU DKI Jakarta, Nusron Wahid/RMOL

Politik

Soal Wacana Muktamar Diundur, Nusron Wahid: Kami Sami'na Wa Atho'na ke Rois Aam PBNU

KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 13:20 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Merespos wacana penundaan Muktamar, kader Nahdlatul Ulama Nusron Wahid mengatakan bahwa keputusan muktamar akan mundur atau dimajukan tergantung keputusan Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar.

Dikatakan Pria yang juag Wakil Syuriah PWNU DKI Jakarta ini, saat ada proses pengambilan keputusan yang sifatnya internal karena hal penting harus berunding.

"Biasanya pengambilan keputusan internal NU kalau hal penting gini berunding. Ketum, Sekjen. Saat ini belum ada keputusan apa Muktamar tersebut mundur apa dimajukan. Pak Helmy belum ada rapat (memutuskan), apa (muktamar) mundur atau dimajukan,” kata Nusron kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (18/11).


Nusron mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari pemerintah bahwa akan ada pemberlakukan PPKM Level 3 pada 24 Desember-2 Januari 2021. Mengacu pada aturan pemerintah itu, otomatis Muktamar dimajukan atau dimundurkan.

"Sekarang lagi diantisipasi oleh pimpinan di PBNU kalau maju gimana, mundur gimana. Maju artinya sebelum tanggal 24,” imbuh dia.

Dalam Muktamar nanti, ada dua sosok kuat yakni KH Said Aqil Siroj dan KH Yahya Cholil Staquf. Nusron sendiri adalah pendukung Gus Yahya.

Nusron menegaskan pihaknya akan mengikuti baik keputusan pemerintah maupun Rais Aam. Sebagai pendukung Gus Yahya, ia pun tak masalah kapan Muktamar akan digelar.

“Itu kita serahkan ke pimpinan tertinggi di NU, Rais Aam KH Miftahul Akhyar. Kalau kita prinsipnya sami'na wa atho'na, dalam konteks bernegara kita patuh sama Pak Presiden dan pemerintah,” ujar Nusron.

“Kalau pemerintah 24 Desember 2021-2 Januari 2022 terapkan PPKM Level 3 ya kita ikut, kita ini warga negara yang baik. Harus sami'na wa atho'na. Kalau di konteks PBNU kita sami'na wa atho'na ke Rais Aam,” imbuhnya.

Nusron juga tak mempermasalahkan metode apapun yang akan diambil pimpinan PBNU dalam memutuskan tanggal baru gelaran Muktamar.

Ia menekankan siap kapanpun Muktamar akan digelar.

“Mau Muktamar besok pagi ya siap. Dilaksanakan bulan depan saya siap, bulan kapan siap. Sepanjang diputuskan oleh Rais Aam. Apapun metodenya, Munas apa Konbes. Apapun keputusan Rais Aam kita ikut,” tandas dia.

Di sisi lain, Nusron percaya tak ada alasan lain dengan penundaan Muktamar. Ia tak merasa penundaan Muktamar adalah upaya penjegalan terpilihnya Gus Yahya sebagai Ketum PBNU baru.

“Tim Gus Yahya mau maju, apapun, enggak merasa terjegal. Pada prinsipnya kita ikutin tata laksana saja dan keputusan tertinggi Rais Aam. Apapun keputusan Rais Aam kita ikutin aja. Kami enggak mau suudzon, bicara soal jegal-menjegal, saya enggak mau suudzon, berspekulasi,” ujar Nusron.

“Pada prinsipnya saya sebagai tim Gus Yahya hormatin pemerintah kalau ada PPKM. Selebihnya maju atau mundur, kami sami'na wa atho'na ke Rais Aam,” tandasnya.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Prabowo Sampaikan KEM-PPKF di DPR, Purbaya Sebut Ada Pesan Penting

Rabu, 20 Mei 2026 | 02:15

Gibran Berpeluang Jadi Lawan Prabowo pada 2029

Rabu, 20 Mei 2026 | 02:01

Saatnya Menguji Kanal BoP Bebaskan WNI

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:55

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Kadin-Pemkot Jakpus Kolaborasi Berdayakan UMKM

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:18

Empat Tersangka Kasus Penipuan Calon Mitra SPPG Diamankan Polisi

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:16

Ini Respons Airlangga soal Rumor Pembentukan Badan Khusus Ekspor Komoditas

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:00

Razman Nasution Tak Boleh Lolos seperti Silfester Matutina

Rabu, 20 Mei 2026 | 00:30

Putusan MK Wajib Dipatuhi, SE Jampidsus Tak Bisa Buka Tafsir Baru

Rabu, 20 Mei 2026 | 00:11

Alumni Lemhannas Tegas Mendukung Ketahanan Nasional

Rabu, 20 Mei 2026 | 00:02

Selengkapnya