Berita

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Ist

Nusantara

Resmikan BUMP di Cilacap, Ganjar Pranowo Optimis Keuntungan Petani Melimpah

RABU, 17 NOVEMBER 2021 | 20:56 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kehadiran Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT Wijayakusuma Pangan Mandiri diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani untuk mendongkrak pendapatan.

Begitu dikatakan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat meresmikan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT Wijayakusuma Pangan Mandiri di Gudang Sidareja, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (17/11).

“BUMP hasilnya bagus, misinya satu saja satu produktivitas pertaninnya bagus, harga ditingkat petani bisa naik, sehingga diciptakan (BUMP) sama kawan-kawan ini (petani) untuk pendamping,” kata Ganjar Pranowo dalam keterangan yang diterima Kantor Berita Politik RMOL.
 

 
Dikatakan Ganjar, pada prinsipnya BUMP merupakan badan usaha yang dibentuk, dimiliki, dan dikelola oleh petani, dengan tujuan untuk memperbaiki mutu budidaya dan pengelolaan usahatani demi terwujudnya peningkatan produktivitas, nilai-tambah produk, dan perbaikan pendapatan usaha tani.

"Utamanya, perbaikan daya tawar dan kemampuan membangun kemitraan strategis yang maju, inovatif, dan berkelanjutan. Di mana BUMP merupakan hybrid dari kelembagaan bisnis dan pemberdayaan masyarakat khususnya petani," katanya.

Lanjut politisi PDI Perjuangan ini, adanya BUMP dapat memudahkan akses kebutuhan petani, mencapai kemandirian hingga menguntungkan pendapatan petani-petani tersebut. Petani bisa mendapat dua pendapatan yaitu dari keuntungan dan pembagian saham antar petani.

“Kenapa badan usaha milik petani? Agar petani memiliki usahanya sendiri sehingga itu bisa memotong middleman, kalau dulu middlemannya ada delapan terakhir tuh tinggal empat, kalau dengan BUMP middlemannya ya BUMP sendiri badan usahanya milik petani," terangnya.

“Sehingga petani akan mendapat dua keuntungan, menjual produk dan pada saat akhir tahun mereka rapat pemegang saham. Nah tugas saya adalah mendampingi dengan para pakar untuk kita kembangkan kita fasilitasi,” sambungnya.

Ganjar yakin BUMP selain menguntungkan para petani yang ada, juga dapat membuka lapangan kerja. Dia juga berharap di setiap kabupaten di Jawa Tengah ada BUMP.

“Kita akan mulai tambah pengalaman-pengalaman yang bagus, akan kita tularkan sehingga kelak kemudian itu tidak usah kita paksa ya ada semacam demplot2 yg petani lain nanti bisa mengikuti, bisa belajar,” demikian Ganjar.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya