Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pengacara Perempuan Afghanistan di Tanah Pelarian: Jangan Percaya Taliban, yang Dikatakan Berbeda dari yang Dilakukan

SELASA, 26 OKTOBER 2021 | 07:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rasa takut pada Taliban telah membuat salah satu pengacara perempuan Afghanistan Bibi Chaman Hafizi memilih untuk melarikan diri dari tanah kelahirannya. Pilihan itu diambil Hafizi ketika ia mendengar para militan pergi dari pintu ke pintu, memburu orang-orang yang bekerja untuk pemerintah.

Seperti puluhan perempuan lainnya yang bekerja di bidang hukum, Hafizi, yang menangani kasus-kasus untuk Counter Narcotics Justice Centre, diusir dari Afghanistan oleh orang-orang yang mereka penjara, yang kini sudah dibebaskan oleh para pemberontak.

"Ketika Taliban datang, kami merasa takut," kisahnya kepada Reuters, di sebuah apartemen di ibu kota Yunani.


Hafizi melarikan diri selama tujuh minggu bersama suaminya yang berprofesi sebagai jurnalis dan dua anak mereka, berpindah-pindah antara empat kota sebelum dievakuasi ke Yunani bersama 25 hakim dan pengacara perempuan serta keluarga mereka.

Sekarang mereka terjebak dalam limbo, tanpa pekerjaan dan hanya memiliki sedikit barang, dan menghadapi birokrasi berbulan-bulan sebelum mencapai tujuan akhir mereka di tempat lain di Eropa.

"Perempuan yang bekerja dalam mengejar keadilan sekarang justru terjebak di rumah mereka," katanya.

Wanita Afghanistan membuat langkah besar dalam dua dekade sejak Taliban memerintah negara itu dari 1996-2001, bergabung dengan benteng yang sebelumnya semua laki-laki seperti peradilan, media dan politik.

Sejak kembali berkuasa pada Agustus, Taliban berjanji untuk melindungi hak-hak perempuan sesuai dengan hukum Islam dan mengumumkan "amnesti" umum untuk semua mantan pekerja negara.

Tetapi para pendukung khawatir akan terjadi kemunduran ketika perempuan tidak diizinkan bekerja dan anak perempuan dilarang sekolah.

"Saya akan meminta masyarakat internasional untuk tidak mengakui Taliban," kata Hafizi. Menambahkan bahwa kelompok itu tidak pernah menepati janjinya, apa yang dikatakan berbeda dengan yang dilakukan.

Sementara Suhail Shaheen, anggota kantor politik Taliban di Doha, membantah laporan hakim dan pengacara perempuan yang melarikan diri.

"Mereka mencoba untuk bermukim kembali di negara-negara Barat, menggunakan dalih ini," kata Shaheen. Menekankan bahwa Taliban akan memberikan amnesti dan berkomitmen untuk itu.

Afghanistan memiliki sekitar 500 pengacara wanita terdaftar dan sekitar 250 hakim wanita, yang melakukan pekerjaan berbahaya bahkan sebelum Taliban mengambil alih kekuasaan.

Selama berbulan-bulan Hafizi mengkhawatirkan hidupnya, mengambil rute yang berbeda untuk bekerja setiap hari setelah dua hakim wanita Mahkamah Agung dibunuh oleh pria bersenjata tak dikenal pada bulan Januari.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya