Berita

Lambang bendera Gerindra/Net

Politik

Aktivis Perempuan Tuntut DPP Gerindra Copot Kader yang Diduga Lakukan KDRT

SABTU, 23 OKTOBER 2021 | 18:39 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tindak Kekerasan Dalam Rumah tangga (KDRT) yang dilakukan anggota DPRD Jawa Timur dari Partai Gerindra, BK, membuat geram Front Aksi Mama-Mama Indonesia.

Front Aksi Mama-Mama Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPP Partai Gerindra, menyampaikan tuntutan kepada Prabowo Subianto selaku ketua umum partai untuk menindak tegas kader tersebut.

BK diduga melanggar UU 23/2004 tentang KDRT pasal 44 dan pasal 45, yaitu melakukan tindakan kekerasan secara fisik dan psikis kepada istrinya berinisial MM.

Tindakan tersebut telah dilaporkan istrinya ke Polda Jawa Timur dengan Laporan polisi No: LP/B/477. 01/IX/ 2021/SPKT POLDA JATIM tertanggal 2 September 2021.

BK juga telah menjalani pemeriksaan pada Jumat (10/9) di markas Polda Jawa Timur. Namun, hingga hari ini belum ada kejelasan atas kasus tersebut.

Karena itu, Front Aksi Mama-Mama Indonesia menunutut agar DPP Partai Gerindra mencopot BK, anggota DPRD Provinsi Jatim yang juga anggota aktif partai Gerindra.

Massa aksi berjumlah sekitar 100 orang ibu-ibu mendatangi kantor DPP Gerindra di Jl. Harsono RM No.54 Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat, (22/10), melakukan aksi dengan long march dari kawasan ragunan menuju kantor DPP Gerindra.

Kordinator aksi, Vera K mengatakan bahwa pihaknya membawa tiga tuntutan kepada DPP Gerindra. Pertama, Prabowo diminta melakukan tindakan tegas dengan memecat BK.

Kedua, masa aksi menuntut agar DPP Gerindra dan Prabowo mencopot BK dari anggota DPRD Provinsi Jawa Timur. Ketiga, meminta Prabowo untuk jangan bermimpi menjadi pemimpin Indonesia jika gagal membina kader-kader partainya.

"Pembiaran terhadap salah satu kader partainya menjadi bukti bahwa Prabowo hanya pandai beretorika di depan publik dan gagal mengelola partainya sendiri," ujar Vera K dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/10).

Maka dari itu, Front Aksi Mama-Mama Indonesia menganggap kegagalan Prabowo membina kader partainya menunjukkan sikap yang tidak berpegang teguh pada asas Pancasila.

"Yaitu takut kepada Tuhan Yang Maha Esa. Namun hal ini hanya menjadi slogan-slogan pepesan kosong. Prabowo tidak mampu menjaga dan melindungi kaum perempuan," tuturnya.

"Ilusi dan ambisi Haji Prabowo Subianto untuk memimpin Indonesia menjadi ancaman bagi hak-hak perempuan di Indonesia," tambahnya.

Selain itu, anggota Front Aksi Mama-mama Indonesia, Eva K menambahkan bahwa laporan terhadap perbuatan BK juga sudah lama dilayangkan oleh istri kepada DPD Gerindra Jawa Timur pada 17 September yang lalu.

"Hanya saja sampai hari ini tidak ada kejelasan dan terkesan ditutup-tutupi oleh internal partai DPD Gerindra Jatim," katanya.

Bahkan, Front Aksi Mama-mama Indonesia juga menyinggung soal kader lain di Gerindra yang berperilaku genit kepada kaum perempuan.

Kegenitan para kader ini, kata Eva K, sudah menjadi rahasia umum yang tidak hanya dilakukan anggota parlemen tapi juga salah satu mantan menteri Gerindra, Edhy Prabowo.

"Yang terindikasi menjadi Sugar Daddy dengan memberikan sewa apartemen dan mobil mewah untuk sesprinya," imbuhnya.

Maka dari itu, Eva menegaskan bahwa tindakan-tindakan yang tidak menghormati perempuan di dalam tubuh Partai Gerindra harus segera diatasi Parabowo.

"Ibu adalah pendidikan awal untuk anak, maka jangan pernah menjadikan wanita Indonesia sebagai komoditas, terutama komoditas sosial. Hal ini yang harus ditekankan kepada seluruh kader Partai Gerindra di Indonesia," tutup Eva K.

Populer

Herman Khaeron Jamin Duet Anies-AHY Mampu Perbaiki Kondisi Negeri

Minggu, 22 Januari 2023 | 05:51

Kabar Duka, Lieus Sungkharisma Meninggal Dunia

Selasa, 24 Januari 2023 | 22:59

Mekanisme Pengaduan Terkait Berita pada Media Massa

Kamis, 19 Januari 2023 | 13:57

Ini Permintaan Terakhir Lieus Sungkharisma Sebelum Meninggal Dunia

Rabu, 25 Januari 2023 | 00:19

Tiba di KPK, Hercules Ancam Hajar Wartawan

Kamis, 19 Januari 2023 | 10:18

Syahganda Nainggolan: Lieus Sungkharisma Pejuang Tangguh

Selasa, 24 Januari 2023 | 23:19

Sengkarut Pertarungan Trah Soekarno, Lebih Layak Mega atau Guntur?

Selasa, 24 Januari 2023 | 08:17

UPDATE

Soal Masuk PAN, Begini Reaksi Erick Thohir

Minggu, 29 Januari 2023 | 19:21

Jadi Ketua ASEAN, Indonesia Wajib Memiliki Andil Besar dalam Stabilitas Kawasan

Minggu, 29 Januari 2023 | 18:54

Kemiskinan jadi Alasan Uwais Ajak Warganet Satukan Tekat Dukung Anies Baswedan

Minggu, 29 Januari 2023 | 18:43

Yandri Susanto: PAN Sebenarnya Bukan hanya Milik Muhammadiyah

Minggu, 29 Januari 2023 | 18:12

Diduga Ngebut, Bus Pakistan Jatuh ke Jurang

Minggu, 29 Januari 2023 | 18:03

Lanjutkan Perjuangan Haji Lulung, Tirta Lunggana Dukung Anies Nyapres

Minggu, 29 Januari 2023 | 17:50

Gurubesar UGM Ungkap Alasan Harga Beras Mahal Tiap Akhir Tahun, Salah Satunya Akibat Bulog

Minggu, 29 Januari 2023 | 17:43

Jika Jokowi Berani Tendang Nasdem dari Kabinet, Anies Baswedan Makin Berkibar di Mata Rakyat

Minggu, 29 Januari 2023 | 17:20

Zulhas Beri Kode Erick Thohir Masuk PAN

Minggu, 29 Januari 2023 | 16:59

Yandri Susanto Perjuangkan KH Mas Abdurrahman jadi Pahlawan Nasional

Minggu, 29 Januari 2023 | 16:41

Selengkapnya