Berita

Suasana terkini di Masjidil Haram/Net

Dahlan Iskan

Hari Bangkit

RABU, 20 OKTOBER 2021 | 05:18 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

GEMBIRA muncul di mana-mana. Juga di rumah Anda. Covid-19 terus bisa dikendalikan di Indonesia. Juga di Saudi Arabia: negara itu sudah memperbolehkan shalat di dekat Kakbah tanpa harus jaga jarak. Sejak Minggu Subuh lalu.

Tanda-tanda jaga jarak dicopoti. Foto kaki orang shalat yang berdempetan beredar di media. Termasuk media di Pakistan.

Di medsos Indonesia banyak yang sampai nangis-bangis bahagia: berharap bisa segera ke Makkah. "Sudah boleh menyentuh Kakbah dan mencium hajar aswad," katanya di sela-sela menahan haru.


Di media Pakistan agak beda: shalat memang tidak perlu lagi jaga jarak. Tapi harus tetap bermasker. Dan belum bisa menyentuh Kakbah, apalagi mencium batu hitam di salah satu pojok Kakbah itu.

Siapa yang benar? Mengeceknya mudah. Ada siaran live di TV Kabel. Lihatlah foto ini. Sampai kemarin (tengah hari waktu Makkah yang panas terik) masih ada pembatas antara Kakbah dan jamaah. Itu terlihat jelas karena dua hal: jamaah yang mengelilingi Kakbah lagi tidak banyak dan posisi kameranya di atas. Di foto medsos terlihat tidak ada pembatas karena posisi kamera tidak di atas.

Hanya TV kabel model Arief Bondowoso yang tidak menyiarkan live dari Makkah. "Pernah, tiga tahun lalu, hanya tiga bulan," ujar seorang karyawan BSTV di Bondowoso.

Nasib Pakistan masih sama dengan Indonesia: termasuk lima negara yang belum boleh kirim jamaah ke Makkah. Indonesia dan Pakistan adalah negara terbanyak mengirim jamaah haji ke Makkah.

"Semoga kami segera diperbolehkan," ujar H. Firman Nur, ketua umum Amphuri, salah satu asosiasi penyelenggara umrah dan haji.

Perusahaan Firman sendiri, Maghfiroh, punya daftar tunggu lebih dari 1.000 orang. Semua sudah bayar. Tinggal berangkat: gagal karena Covid-19.

Banyak yang bertanya: bisakah umrah lewat negara ketiga yang sudah dapat lampu hijau? "Tidak bisa. Paspornya kan paspor Indonesia," ujar Firman. "Pelayanan visa untuk paspor Indonesia belum dibuka," tambahnya.

Orang seperti Firman masih berhitung: kalaupun pelayanan visa dibuka, bagaimana dengan vaksin dan karantina.

"Sudah ada kejelasan. Untuk vaksin Sinovac diharuskan melakukan booster," ujar Firman. Harus vaksin tiga kali. Padahal vaksin booster untuk umum belum disediakan.

Demikian juga soal karantina. Apakah sepulang dari Makkah juga harus karantina satu minggu. Dan juga harus di hotel dengan biaya jamaah sendiri.

Semua itu akan dibicarakan Amphuri dalam rapat kerja nasionalnya hari ini.

Melihat Makkah sudah ''normal'', hasrat ke sana memang begitu besar. Apalagi berita Masjidil Haram sudah diisi 100.000 orang, setiap hari, cepat pula menyebar.

Kalau saja angka Covid-19 di Indonesia terus membaik seperti belakangan ini, rasanya tidak lama lagi kita akan mendapat izin. Saudi juga berkepentingan. Sebagai pelayan dua kota suci, Saudi bisa menjalankan tugasnya. Sebagai negara yang juga perlu devisa, Saudi akan mendapat penghasilan 8 miliar dolar AS setahun.

Indonesia memang terus menerima pujian dari mancanegara. Dianggap sukses besar. Tentu masih dengan catatan: semoga tidak terjadi gelombang ketiga.

"Rasanya, kalau pun terjadi gelombang ketiga, tidak akan berat," ujar Eri Cahyadi ST MT, walikota baru Surabaya. "Yang penting kita jangan lengah," tambahnya.

Kemarin saya mengajak Eri Cahyadi untuk podcast. Itu bagian dari janji saya bulan lalu: kalau vaksinasi di Surabaya sudah mencapai 80 persen saya harus podcast dengan sang wali kota.

"Hari ini sudah 115 persen," ujar Eri. Wow. Berarti lebih cepat dari yang saya bayangkan. Dan ternyata tidak hanya Jakarta yang vaksinasinya melebihi angka 100 persen.

"Surabaya kan juga kota metropolitan. Banyak orang sekitar Surabaya yang bekerja di sini. Kami juga layani keperluan vaksin mereka," ujar Eri.

Sehari kemarin jumlah penderita baru Covid-19, di Surabaya, tinggal 15 orang. Sangat menggembirakan.

"Mulai hari ini fokus kami mulai membangkitkan ekonomi. Seniman boleh tampil lagi," ujar Eri. Seniman memang salah satu yang sangat terpukul oleh Covid-19. "Saya sampai mbrebes mili melihat para seniman Surabaya," kata Eri. (Baca juga: Surabaya Level 1, Eri Genjot Ekonomi).

Bersamaan dengan itu UMKM juga dihidupkan.

Rasanya kota Anda pun sedang memikirkan untuk bangkit seperti itu.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya