Berita

PNS di Afghanistan tidak mendapatkan gaji selama tiga bulan/Net

Dunia

Tiga Bulan Tak Digaji, PNS di Afghanistan Banjiri Bank-bank Kabul

KAMIS, 07 OKTOBER 2021 | 13:12 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Puluhan pegawai negeri sipil (PNS) di Afghanistan mengeluh lantaran tidak mendapatkan hak mereka selama tiga bulan. Mereka juga mengaku kesulitan menarik gaji di bank.

Di Kabul pada Rabu (6/10), sejumlah PNS mengantre di depan bank-bank. Banyak dari mereka tidak berasal dari Kabul, melainkan provinsi lain. Itu terjadi lantaran bank-bank di provinsi lain ditutup.

Meski butuh waktu berhari-hari di Kabul mereka tidak mendapatkan gaji yang dijanjikan.


Salah satunya adalah Mohammad Arman. Ia merupakan PNS di sebuah kementerian yang menunggu selama seminggu di Kabul untuk mendapatkan gaji.

"Kami menghadapi masalah ekonomi. Sudah seminggu sekarang saya datang untuk menarik gaji saya dan saya gagal menerimanya. Tidak ada yang mendengar suara kami,” kata Mohammad Arman, seperti dikutip TOLO News.

Menurut Sakina dari provinsi Bamiyan, bank tidak beroperasi di provinsi dan ini menimbulkan masalah bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang menerima gaji dari bank.

“Selain kemiskinan dan kelaparan, ini adalah masalah lain. Kami menghabiskan gaji kami dengan menginap di hotel," kata Abdul Karim Eftikhari yang datang dari provinsi Ghazni.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya