Berita

Tes PCR Covid-19/Net

Dunia

China Sudah Borong Tes PCR Covid-19 Sebelum Kasus Pertama Resmi Dilaporkan

SELASA, 05 OKTOBER 2021 | 14:28 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China dilaporkan telah melakukan pembelian alat tes polymerase chain reaction (PCR) yang signifikan sebelum melaporkan kasus pertama Covid-19.

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh situs keamanan siber asal Australia, Internet 2.0, penjualan tes PCR pada 2019 melonjak menjadi 67,4 juta yuan. Angka itu naik secara signifikan dari 36,7 juta yuan pada 2018, dan 29,1 juta pada 2017.

“Kami telah sampai pada kesimpulan bahwa berdasarkan data yang dianalisis, itu menunjukkan bahwa virus itu sangat mungkin menyebar dengan ganas di Wuhan, China, pada awal musim panas 2019 dan pasti pada awal musim gugur,” kata laporan itu, seperti dimuat Stuff.


Dalam laporan tersebut juga disebutkan terjadi pembelian alat tes PCR pada 2019 secara "signifikan dan abnormal" oleh Rumah Sakit Tentara Lintas Udara Tentara Pembebasan Rakyat, Institut Virologi Wuhan, Universitas Wuhan Sains dan Teknologi, serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Provinsi Hubei.

China pertama kali melaporkan kasus pertama Covid-19 di Wuhan pada 31 Desember 2019.

"Internet 2.0 menyimpulkan dengan keyakinan tinggi baha pandemi dimulai jauh lebih awal daripada yang dilaporkan China kepada WHO tentang Covid-19," kata laporan itu.

Co-Chief Executive Officer (CEO) Internet 2.0 sekaligus peneliti utama laporan itu, David Robinson mengatakan temuan itu memperkuat kemungkinan virus corona muncul sebelum 31 Desember 2019.

“Laporan ini tidak mengidentifikasi titik waktu tertentu di mana pandemi muncul. Fakta bahwa China telah berusaha keras untuk memastikan bukti konklusif tidak dapat diperoleh, sayangnya kami mungkin harus bergantung pada titik data pihak ketiga," ujarnya.

Tes PCR sendiri digunakan selama beberapa dekade sebagai metode standar untuk menguji patogen, selain virus corona. Bukan hanya pada manusia, tes PCR juga dilakukan pada hewan.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya