Berita

Presiden Tunisia Kais Saied/Net

Dunia

Telepon Emmanuel Macron, Presiden Saied Janji Pemerintahan Baru Tunisia akan Segera Dibentuk

MINGGU, 03 OKTOBER 2021 | 11:10 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Tunisia Kais Saied menyatakan komitmen untuk segera mengakhiri krisis politik dengan membentuk pemerintahan baru dan menggelar dialog nasional sesegera mungkin.

Komitmen itu ia sampaikan ketika melakukan panggilan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Sabtu (2/10). Tunisia sendiri merupakan bekas koloni Prancis hingga 1956 lalu.

"Saied mengindikasikan bahwa pemerintahan akan dibentuk dalam beberapa hari mendatang dan dialog nasional akan diluncurkan setelahnya," kata Istana Elysee di Prancis, seperti dikutip Reuters.


Pada Juli, Saied membubarkan memecat perdana menteri, membubarkan pemerintahan, dan menangguhkan parlemen. Setelah itu ia mengambil kekuasaan eksekutif sebagai tanggapan atas ketidakmampuan pemerintahn dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan korupsi.

Tetapi banyak pihak menilai tindakan Saied merupakan bentuk kudeta.

Pada Kamis (30/9), Saied menunjuk Najla Bouden Romdhane sebagai perdana menteri baru. Romdhane adalah perempuan Tunisia pertama yang memegang posisi itu.

Ketua Parlemen Rached Ghannouchi menyerukan agar anggota parlemen kembali ke Majelis Perwakilan Rakyat, dan membuat sesi pada Jumat (1/10).

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya