Berita

Acara Palm Oil Edutalk di Yogyakarta/Ist

Nusantara

Tepis Persepsi Keliru, Generasi Muda Terus Didorong Kaji Kelapa Sawit Secara Ilmiah

SENIN, 27 SEPTEMBER 2021 | 14:23 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kelapa sawit sebagai salah satu komoditas andalan Indonesia pasti sudah dikenal baik oleh masyarakat. Tapi, tidak semua informasi yang diketahui masyarakat itu benar adanya. Bahkan tidak mustahil informasi keliru ini telah menimbulkan persepsi yang salah di masyarakat tentang kelapa sawit.

Untuk itulah, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi DI Yogyakarta mengadakan kegiatan Palm Oil Edutalk. Tujuannya agar masyarakat, khususnya para pelajar, bisa punya pemahaman yang benar tentang sawit.

Ketua PGRI DIY, Kadarmanta Baskara Aji, berharap para guru dan siswa dapat memanfaatkan momentum kegiatan ini untuk mengetahui secara mendalam tentang fakta objektif kelapa sawit.


“Mungkin selama ini yang menarik mitosnya, tetapi fakta tentang kelapa sawit itu yang perlu diketahui bersama,” kata Kadarmanta, dalam kegiatan Palm Oil Edutalk bertema "Kupas Tuntas Mitos dan Fakta Kelapa Sawit" di Yogyakarta, Sabtu lalu (18/9).

“Selama ini sangat banyak informasi yang didapat para siswa dan guru tentang kelapa sawit itu kemungkinan besar ada informasi yang salah. PGRI DIY sangat mendorong diselenggarakannya acara ini agar tidak ada salah persepsi terhadap perkebunan dan pemanfaatan kelapa sawit,” terang Baskara.

Faktanya, lanjut Baskara, kelapa sawit merupakan komoditas yang memberikan devisa bagi negara dan memberikan dorongan besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Pun PDRB yang akan membuat kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik.

Baskara pun mengimbau siswa-siswi yang aktif di Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dapat dikenalkan secara dini dengan perkebunan dan industri kelapa sawit. Mereka nantinya bisa menyosialisasikan informasi positif kelapa sawit di lingkungan sekolah. Sehingga semua peserta didik memiliki persepsi yang benar tentang kelapa sawit.

Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Suherman, mengaku senang dan mengapresiasi penuh atas kegiatan positif ini.

“Diharapkan melalui kegiatan ini, para siswa sebagai generasi muda bisa mendapatkan informasi yang detail dan ilmiah tentang kelapa sawit, sehingga dapat tumbuh kembang pemikiran-pemikiran baru pengelolaan potensi kekayaan alam Indonesia,” kata Suherman.

Suherman juga meminta para guru untuk berperan menjadi motivator dan PGRI sebagai fasilitator, sementara siswa dapat menerima dengan baik informasi tentang sawit yang objektif.

Senada, Wakil Ketua PGRI DIY, Sudarto, mendukung apabila nantinya informasi tentang kelapa sawit dapat menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran di instansi pendidikan.

“Seandainya tidak memungkinkan dalam artian khusus kelapa sawit, materi tersebut nantinya bisa menjadi suplemen dalam mata pelajaran tertentu. Kita sesuaikan dengan ciri khas mata pelajaran masing-masing di tingkat sekolah,” jelas Sudarto.

Sudarto juga mengungkapkan, informasi tentang sawit dalam bentuk infografis sederhana maupun banner juga dapat dipasang di lingkungan sekolah sebagai bentuk dukungan kampanye positif kelapa sawit.

Meski berkontribusi besar terhadap kehidupan masyarakat dunia dan perekonomian nasional, kelapa sawit masih saja menghadapi banyak tantangan. Selain persaingan ekonomi global, maraknya isu-isu negatif dan belum dipahaminya manfaat kelapa sawit secara menyeluruh, menjadi tantangan yang harus segera diselesaikan oleh pihak-pihak terkait di dalam negeri.

Tidak hanya berdampak pada munculnya persepsi negatif di masyarakat awam, stigma negatif sawit ini secara terstruktur juga menyasar generasi muda dan peserta didik di sekolah. Inilah yang harus diantisipasi sejak dini.

Sebagai upaya menyampaikan fakta objektif tentang kelapa sawit, dalam acara ini BPDPKS juga menghadirkan sejumlah narasumber dari praktisi kelapa sawit.

Yaitu Plt. Direktur Kemitraan BPDPKS Edi Wibowo, Bidang Sustainability Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Bandung Sahari, Bidang SDM dan Internasional DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Djono Albar Burhan, CSR Officer PT Sinarmas Agribusiness and Food Donni Indra, serta Ketua Bidang Pemasaran Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) Irma Rachmania.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya