Berita

Ketua DPR RI, Puan Maharani/Net

Politik

Pengamat: Isu Penundaan Pemilu Bisa Meredupkan Nama Puan Maharani

MINGGU, 26 SEPTEMBER 2021 | 09:37 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kesempatan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk bisa memenangkan Puan Maharani di pilpres akan semakin sulit jika perpanjangan masa jabatan presiden disahkan pemerintah dan DPR.

Wanti-wanti ini disampaikan pakar politik dan hukum dari Universitas Nasional (Unas), Saiful Anam yang menilai peluang perpanjangan masa jabatan presiden bisa lolos lantaran jadwal pemilu masih tarik menarik.

Menurutnya, jika wacana itu benar terjadi itu juga menjadi cermin bahwa  PDIP dan partai koalisi pemerintah merasa belum percaya diri (pede) dengan calon yang diusung. Apalagi, dalam beberapa survei terakhir calon yang dikehendaki PDIP itu selalu menempatkan pada posisi buncit.


"Bisa jadi PDIP belum pede untuk memajukan jagoannya untuk 2024 mendatang, sehingga kemudian ada yang melempar isu perpanjangan jabatan presiden," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (26/9).

Saiful meyakini, ketidakpercayaan itu semakin nampak ketika semakin tidak jelasnya jadwal Pemilu 2024 nanti karena dapat meredupkan posisi Puan Maharani.

"Karena saya kira melalui sosialisasi Puan yang sangat luar biasa, mestinya dapat mengangkat elektabilitas Puan. Untuk itu, isu penundaan Pemilu justru merugikan Puan yang semakin meredupkan namanya," kata Saiful.

Apalagi kata Saiful, publik semakin antipati dengan isu perpanjangan masa jabatan Presiden.

"Sehingga bukan tidak mungkin isu tersebut akan menjadi batu ganjalan bagi Puan dan bahkan Megawati untuk dapat memenangkan kontestasi Pilpres 2024 mendatang," pungkas Saiful.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya