Berita

Elektabilitas Ketum DPP PAN Zulkifli Hasan naik signifikan usai gabung koalisi Jokowi/Net

Politik

Temuan ASI, Bukan Hanya PAN Melesat, Elektabilitas Zulhas juga Melonjak Tajam

RABU, 08 SEPTEMBER 2021 | 23:31 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Imbas gabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) ke koalisi pemerintah ternyata tidak hanya berdampak kenaikan elektoral partai.

Temuan Arus Survei Indonesia (ASI), bukan hanya PAN yang mendapatkan lonjakan elektabilitas di angka 6,1 persen, tetapi sang Ketua Umum Zulkifli Hasan juga mendapatkan dampak positifnya.

Direktur eksekutif ASI Ali Rif'an mengatakan, lonjakan elektabilitas PAN terpantau signifikan sejak bergabung ke koalisi pemerintah. Analisa Ali Rif'an, lonjakan itu sebagai bentuk adanya tambahan dukungan dari kelompok pro pemerintah.


"Ini temuan menarik sekaligus unik, saat mitra koalisi alami penurunan, justru PAN sebagai pendatang baru mendapat simpati baru, dan peningkatan itu juga terjadi pada Zulkifli Hasan," kata Ali Rif'an dalam paparan hasil surveinya secara daring.

Dijelaskan Ali Rif'an, ASI memotret elektabilitas Zulkifli Hasan dalam dua skema. Pertama survei terhadap para Ketua Umum Partai.

Hasilnya, Zulhas menempati posisi ke 4 bertengger dengan presentase 4,7 persen, jauh di atas Airlangga Hartarto yang hanya memperoleh 2,4 persen, Muhaimin Iskandar 1,6 persen, Ahmad Syaikhu 1,5 persen, Surya Paloh 1,2 persen.

Sementara, Hary Tanoesoedibjo memperoleh 1,1 persen, Soeharso Monoarfa 0,9 persen, Anis Matta 0,7 persen, Giring Ganesha 0,3 persen, dan Yusril Ihza Mahendra 0,1 persen.

Sementara posisi puncak di duduki Prabowo Subianto dengan 10,2 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 8,6 persen dan Megawati Soekarnoputri 6,3 persen.

"Gambaran ini jelas sekali menempatkan Zulhas sebagai tokoh senior di politik yang masih bertaji, padahal tokoh lain tidak kalah rajin promosi, miliki panggung politik, tetapi toh banyak yang masih di bawah Zulhas," demikian analisa Mantan Manajer Riset Poltracking ini.

Skema lainnya, disandingkan dengan 20 tokoh populer secara umum, Zulhas tetap mampu bertahan dengan persentase 2,8 persen.

Ia bahkan lebih lebih unggul dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa yang hanya mendapatkan keterpilihan 2,5 persen. Sementara, Puan Maharani 1,7 persen, Airlangga Hartarto 0,8 persen dan Muhaimin Iskandar 0.5 persen.  

"Membandingkan Zulhas dengan Prabowo, Anies Baswedan, tentu tidak adil, karena poros popularitasnya tentu jauh, tetapi perbandingan dengan Puan Maharani, Muhaimin Iskandar dan Airlangga Hartarto, tentu menarik karena ketiganya gencar sosialisasi, dan Zulhas memimpin," pungkas Ali.

Survei dilakukan pada medio 26 Agustus sampai 3 September 2021 dengan melibatkan 1.200 responden. Penarikan data pada responden menggunakan kuisioner via telepon.

Adapun metode yang dipakai adalah multistage random sampling dengan toleransi kesalahan plus minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya