Berita

Foto Disway

Dahlan Iskan

Timur Ramah

JUMAT, 03 SEPTEMBER 2021 | 05:23 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

PENTINGKAH penemuan teknologi STAL oleh Widodo Sucipto di bidang pengolahan nikel itu? Kok sampai ditulis 4 seri di Disway? Hampir mengalahkan VakNus dan-ini dia-Akidi Tio?

Tentu ini tidak penting -bagi Taliban. Yang lagi mengepung pejuang anti-Taliban di lembah pegunungan Panjshir.

Berita baiknya: pengepungan itu hanya untuk menekan agar mereka mau berunding. "Taliban tidak akan menyerang. Kami sudah mengampuni semua pihak yang mendukung Amerika," ujar juru bicara Taliban seperti disiarkan media di Pakistan kemarin. "Tidak akan ada perang lagi," tambahnya.


Lalu penting untuk siapa?

Anda lebih tahu. Bagi mereka yang triliunan rupiah uangnya terkubur konsesi tambang nikel tentu penting sekali.

Lebih lagi bagi yang punya cita-cita ini: Indonesia harus menjadi produsen baterai lithium terbesar di dunia. Setidaknya salah satu yang terbesar.

Demikian juga bagi mereka yang pernah punya keinginan agar Indonesia jangan lagi tergantung pada BBM impor. Penemuan Widodo Sucipto dari Hydrotech Metal Indonesia itu luar biasa pentingnya.

Kelak, power bank skala besar, mutlak menggantikan diesel. Terutama di kota-kota dan pulau-pulau seluruh NTT, NTB, Natuna, Nias, Maluku, dan setipe itu.

Rumah Anda pun tidak perlu lagi langganan listrik PLN. Diganti oleh solar cell yang dikombinasikan dengan power bank.

Dan tentu gelombang mobil listrik tidak bisa dibendung lagi.

Penemuan STAL itu baru tidak penting kalau sudah ditemukan pesaing lithium-misalnya solid state battery. Atau fuel cell. Atau apa lagi.

Keunggulan STAL temuan Widodo itu setidaknya di empat hal:

1. Biaya investasi membangun smelter menjadi tinggal sepertiga. Bahkan hanya 1/30 kalau mau investasi secara bertahap.

2. Sistemnya modul dengan skala bahan baku 600 ton/hari. Investor bisa cari penghasilan dulu dari modul pertama. Lalu menambah pabrik dengan modul kedua. Dan seterusnya.

3. Dalam dua tahun STAL sudah bisa produksi. Menghasilkan uang. Bandingkan dengan sistem lama, perlu 5 sampai 8 tahun.

4. Keunggulan lingkungan: limbah STAL kering. Bisa langsung diolah lagi. Sisa kandungan kimia tambangnya masih bisa diambil. Masih banyak. Seperti besi. Bandingkan dengan limbah sistem lama yang wujudnya seperti lumpur. Yang harus dibuang. Dalam jumlah sangat besar.

5. Lapisan tanah tambang bagian atas bisa diolah. Di sistem lama lapisan itu harus disingkirkan/ dibuang. Tebalnya bisa 6 sampai 8 meter. Eman sekali.

Kelemahan STAL: bahan bakarnya gas. Yakni untuk memanaskan kiln sampai 700 derajat Celsius.

Tapi itu juga bukan kelemahan. Secara lingkungan gas itu bersih. Bandingkan dengan sistem lama yang menggunakan batubara.

Tapi bukankah lokasi tambang nikel tidak punya jaringan pipa ke sumber gas?

Saya tahu ada sumur gas di Donggi Sonoro, dekat Luwuk Banggai. Sedikit di utara Morowali. Di seberang-jauh Halmahera. Saya pernah ke sana. Yakni ketika instalasi LNG lagi dibangun di sana. Dulu.

Dan lagi teknologi CNG kini sudah matang. Gas yang dipadatkan bisa diangkut dengan tabungtabung besar pakai truk. Atau pakai tongkang.

Itu sudah umum. Listrik tenaga gas di pulau Bawean, misalnya, gasnya dikirim dari Gresik. Pakai kapal. Bukan pipa.

Rasanya soal gas untuk smelter STAL ini bukan lagi masalah.

Karena itu dunia akan menyambut gegapgempita STAL. Terutama soal keunggulan lingkungan. Bukankah orang seperti Elon Musk sangat gelisah oleh isu lingkungan seperti itu?

Ternyata pabrik itu ramai sekali. Di sana-sini ada bangunan baru. Yang bekerja di situ 1.500 orang-hampir 100 persen perempuan.

la ternyata mendapatkan jalan keluar yang sangat berbeda. la memproduksi bahan

bahan tes PCR dan apa saja yang terkait dengan Covid-19.

la juga berencana akan memproduksi alat test PCR yang biayanya hanya Rp 25.000/sekali tes. Kalau diizinkan.

Masalah ada di mana-mana. Jalan keluar tidak lari ke mana-mana.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya