Berita

Ribuan pengunjuk rasa berkumpul di Place Trocadero dekat Menara Eiffel menghadiri demonstrasi di Paris, Perancis akhir pekan ini/AP

Dunia

Protes Anti-Vaksin Meluas Di Perancis, Macron: Demonstrasi Tidak Membuat Virus Corona Menghilang

MINGGU, 25 JULI 2021 | 22:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Perancis Emmanuel Macron angkat bicara setelah ratusan ribu orang turun ke jalanan di ibukota Paris dan sejumlah kota lainnya akhir pekan ini, menyuarakan protes mengenai vaksin.

Diketahui bahwa sekitar 160 ribu orang turun ke jalan di sejumlah wilayah di Perancis pada Sabtu (24/7). Mereka menentang izin khusus Covid-19 untuk restoran dan vaksinasi wajib bagi petugas kesehatan.

Banyak pengunjuk rasa meneriakkan “kebebasan!” dan menilai bahwa pemerintah seharusnya tidak mendikte mereka soal apa yang harus mereka lakukan.


Menanggapi protes tersebut, Macron mengimbau persatuan nasional dan mendesak vaksinasi massal untuk memerangi virus corona dan mencegah kebangkitannya.

Dia bahkan mengecam mereka yang memicu sentimen dan protes anti-vaksin tersebut.

Dalam kunjungannya ke sebuah rumah sakit di Polinesia Perancis pada Sabtu malam (24/7) waktu setempat, Macron bertanya, "Berapa nilai kebebasan Anda jika Anda mengatakan kepada saya 'Saya tidak ingin divaksinasi', tetapi besok Anda menginfeksi ayah Anda, ibumu atau saya sendiri?".

Macron menggarisbawahi, pengunjuk rasa bebas untuk mengekspresikan diri dengan cara yang tenang dan hormat. Meski begitu, dia mengingatkan bahwa demonstrasi tidak akan membuat virus corona hilang.

"Saya ingin menyerukan persatuan,” tegas Macron, sebagaimana dikabarkan Associated Press (Minggu, 25/7).

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya