Berita

Presiden Joko Widodo/Repro

Politik

Jokowi Minta Seluruh Menteri Punya Sikap Sense Of Crisis Di Masa PPKM Darurat

JUMAT, 16 JULI 2021 | 20:08 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rasa kepekaan sosial dalam suasana darurat Covid-19 di Indonesia mesti dimiliki seluruh kementerian/lembaga (K/L).

Begitu pesan Presiden Joko Widodo yang disampaikan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, dalam keterangan pers virtual yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (16/7).

"Presiden telah menegaskan bahwa dalam PPKM Darurat ini tentunya sense of crisis seluruh kementerian/lembaga, para pemimpin itu harus ada," ujar Pramono.


Dalam kesempatan tersebut, Pramono Anung juga menyampaikan keputusan Presiden Jokowi yang membatalkan atau mencabut rencana vaksin berbayar.

Katanya, vaksin berbayar yang tadinya akan dibuka layanannya di apotek Kimia Farma dibatalkan, lantaran mendapat respon dan masukan dari berbagai kalangan masyarakat.

"Semua vaksin tetap dengan mekanisme yang digratiskan seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden sebelumnya," tuturnya.

Sampai saat ini, pelaksanaan PPKM Darurat Covid-19 di 122 kabupaten/kota wilayah Jawa-Bali, dan di 15 kabupaten/kota di luar Jawa-Bali, masih berlangsung hingga 20 Juli mendatang.

Teranyar, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendi, memberitahukan keputusan Presiden Joko Widodo yang akan memperpanjang PPKM Darurat hingga akhir bulan Juli ini.

Sementara, terkait dengan rencana vaksin berbayar di Kimia Farma sempat ditolak banyak pihak, karena dianggap tidak sesuai komitmen Presiden Joko Widodo yang memastikan seluruh masyarakat bisa mendapatkan vaksin secara gratis.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin sudah pernah menjelaskan, program vaksin berbayar yang rencanya akan dibuka layanannya di apotek Kimia Farma adalah opsi yang diperuntukkan bagi individu masyarakat yang belum mendapat akses vaksin gratis. Sehingga, program vaksin gratis tersebut diberi label "Vaksin Gotong Royong Individu".

Selain itu, Budi juga menyebutkan vaksin berbayar ini rencannya juga disediakan untuk perusahaan-perusahaan yang masih memberlakukan work from office bagi karyawannya, dan belum mendapat akses vaksin gratis melalui program Vaksin Gotong Royong yang diinisiasi oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Baru-baru ini, publik juga ramai membincangkan kegiatan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, yang menonton sinteron Ikatan Cinta di masa PPKM Darurat Covid-19.

Banyak pihak memandang, termasuk salah satunya Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon, PPKM Darurat Covid-19 yang tidak dipimpin langsung Presiden Joko Widodo malah membuat kinerja para menteri tidak efektif.

Ia menyebut, kegiatan Mahfud MD menonton sinetron Ikatan Cinta di masa PPKM Darurat Covid-19 sebagai contohnya.

Karena itu, mantan Wakil Ketua DPR itu meminta Presiden Jokowi untuk mengambil alih kepemimpinan pelaksanaan PPKM Darurat Covid-19 dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjiatan, yang ditunjuk sebagai Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya