Berita

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI MH Said Abdullah/Ist

Politik

Kawal Vaksinasi Dan PPKM Darurat, Ketua Banggar DPR: Anggaran TNI-Polri Harus Ditambah

RABU, 14 JULI 2021 | 20:07 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI MH Said Abdullah meminta agar personel TNI-Polri jemput bola ke kampung-kampung dan perumahan, bekerjasama dengan pemuka masyarakat, dan RT/RW guna mengakselerasi program vaksinasi. Upaya ini untuk memecah konsentrasi vaksinasi massal yang terpusat hanya dibeberapa titik.

Sebab menurut Said, kegiatan vaksinasi massal rentan menimbulkan penularan barus Covid-19 secara lebih massif dengan kemungkinan banyaknya OTG menjadi spreader. Terlebih lagi Covid-19 varian delta hanya butuh 5 menit untuk menularkan antar orang. Konsekuensinya jelas Said TNI-Polri dan dinas kesehatan membutuhkan tenaga vaksinator dan peralatannya lebih banyak.

“Untuk menjalankan kegiatas tersebut pemerintah dapatnya memastikan ketersediaan anggaran, vaksin Covid-19, peralatan vaksinator dan sarana prasarana pendukung lainnya seperti mobil tenda, teknologi informasi, inputer data peserta vaksin, serta ambulan sebagai sarana antisipasi munculnya dampak KIPI skala berat,” kata Said kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/7).  


Selain itu, tambah Said, pemerintah perlu memberi tambahan anggaran kepada aparat TNI-Polri yang bertugas menjalankan penegakkan ketertiban dalam pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Selama tidak ada peningkatan anggaran operasional maka kegiatan PPKM tidak akan berjalan dengan optimal.

Menurut Said, tugas TNI-Polri selama PPKM Darurat tidak semata hanya penutupan sejumlah ruas jalan utama di masing masing kota/kabupaten saja, tetapi juga melakukan berbagai operasi penertiban diberbagai tempat umum seperti pasar, rumah makan, taman kota, hingga ke perkampungan.

“Saya kira, langkah ini penting untuk memastikan bahwa masyarakat patuh untuk tetap tinggal dirumah bagi mereka yang tidak menjalankan tugas dari sektor esensial dan turunannya,” tandas Said.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya