Berita

Anggota DPR RI fraksi Golkar Supriansa/Net

Politik

Anggota Komisi III: Pernyataan Ketua KPK Soal Vaksin Gotong Royong Harus Diseriusi Pemerintah

RABU, 14 JULI 2021 | 13:34 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Anggota DPR RI komisi III fraksi Golkar Supriansa menilai pemerintah perlu memberikan atensi terhadap pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri terkait potensi terjadinya penyimpangan dari sisi medis dan kontrol vaksin gotong royong melalui Kimia Farma.

“Dari segi pendekatan Hukum maka apa yang disampaikan oleh ketua KPK perlu menjadi atensi yang serius bagi pemerintah terutama instansi terkait agar dikemudian hari tidak terjadi masalah hukum,” kata Supriansa kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (14/7).

Disisi lain, Supriansa berharap, dalam pelaksanaan penjualan vaksin melakui Kimia Farma diperlukan prosedur tetap atau protap yang jelas, sehingga masyarakat yang membeli tidak salah dalam menggunakan vaksin tersebut.


“Misalnya harus dengan resep dokter dll,” tandasnya.

Namun pada prinsipnya, kata dia, apapun keputusan pemerintah akan didukung selama itu demi penyelamatan jiwa masyarakat indonesia. Supriansa menekankan, terkait hal ini ia berharap para tim ahli dan tim kajian dari berbagai sudut pemerintah harus benar-benar jalan.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri dalam rapat koordinasi membahas pelaksanaan vaksinasi mandiri dan gotong royong bersama Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, dan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menyampaikan penjualan vaksin melalui Kimia Farma sangat beresiko.

“Penjualan vaksin Gotong Royong ke individu melalui KF (Kimia Farma) meskipun sudah dilengkapi dengan Permenkes, menurut KPK berisiko tinggi, dari sisi medis dan kontrol vaksin (reseller bisa muncul dll), efektivitas rendah, jangkauan KF terbatas," terang Firli.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Yang Rada Gila

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:23

KPK Wanti-wanti Bantuan Korban Gempa NTT Jangan Dikorupsi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:17

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.090 Triliun di Triwulan II 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:10

Putin dan Prabowo Bakal Gelar Pertemuan di Vladivostok Awal September

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:09

Pembukaan Rapat Paripurna Diawali Ucapan Duka Cita untuk Korban Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:06

Menanti Nasib Investasi INA-SRF Usai Menang Gugatan Lawan Kimia Farma

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:02

Penangguhan Penahanan Asrul Azis Taba Ditolak

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:56

BPK Dorong Tata Kelola Kementerian Hukum Naik Kelas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:46

Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Padang Sugihan Jadi Kado Istimewa HUT RI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:40

Pelemahan Rupiah Bisa Tekan Subsidi hingga Inflasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:34

Selengkapnya