Berita

Presiden Joko Widodo bersama Kepala Kantor Staf Presiden yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Moeldoko/Net

Politik

Pandu Riono: Pak Jokowi Jangan Tiru Pak Moeldoko, Bagi-bagi Obat Keras Ke Pasien Covid-19

SENIN, 12 JULI 2021 | 14:23 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rencana Presiden Joko Widodo membagikan obat-obatan untuk terapi pasien Covid-19 ditentang Epidemiolog asal Universitas Indonesia, Pandu Riono.

Pandu meminta Kepala Negara melakukan hal tersebut. Pasalnya, ia melihat pembagian obat ke pasien Covid-19 pernah dilakukan Kepala Kantor Staf Presiden yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Moeldoko.

Moeldoko membagikan Ivermectin kepada anggota HKTI di beberapa wilayah, seperti Tangerang, Jakarta Timur, Depok, Bekasi, Semarang Timur, Sragen dan Kudus. Ia mengklaim terapi pasien Covid-19 dengan obat cacing itu cukup baik.


Menurut Pandu, Ivermectin masuk golongan obat keras bagi pasien Covid-19. Sehingga tidak tepat diberikan kepada pasien yang terpapar.

"Pak Jokowi jangan bagi-bagi paket (obat) terapi Covid-19. Jangan tiru perilaku pak Moeldoko yang bagi obat keras," ujar Pandu dalam akun Twitternya, Senin (12/7).

Lebih lanjut, Pandu menegaskan bahwa Covid-19 belum ditemukan obatnya. Sehingga, langkah pemberian obat-obatan kepada pasien positif menyalahi aturan main kedokteran.

"Pertama tidak ada obat untuk Covid-19 dan Kedua obat keras yang sering diresepkan oleh dokter, tak boleh didistribusikan langsung ke masyarakat. Itu bertentangan dengan regulasi yang ada," tandasnya.

Rencana pemberian paket obat terapi pasien Covid-19 oleh pemerintah Jokowi disampaikan Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut yang kini juga menjabat sebagai Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali menyatakan, obat terapi Covid-19 akan diberikan secara gratis oleh pemerintah kepada pasien positif yang kurang mampu, khususnya bagi mereka yang menjalani isolasi mandiri (isoman).

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya