Berita

Ketua Umum IA ITB, Gembong Primadjaja/Ist

Nusantara

Sudah Resmi, Kepengurusan IA ITB Periode 2021-2025 Siap Kritis Pada Pemerintah

KAMIS, 08 JULI 2021 | 21:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) telah meresmikan kepengurusannya untuk periode 2021-2025 yang digawangi oleh Gembong Primadjaja.

Peresmian diumumkan secara virtual pada Kamis (8/7). Kepengurusan IA ITB periode 2021-2025 menjadi menarik karena disusun selayaknya kementerian.

Sebagai Ketua Umum IA ITB, Gembong memastikan pihaknya akan tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah, dan akan aktif menawarkan solusi serta langkah nyata terhadap persoalan yang dihadapi pemerintah.


Gembong menekankan, IA ITB bukan organisasi yang berdiri sebagai oposisi, namun juga tidak dikuasai pemerintah.

"Siapa pun pemerintah yang ada, kita harus bekerjasama dalam rangka turut serta membangun bangsa... Kita tidak akan menyerang kebijakan pemerintah secara frontal tapi turut serta membangun komunikasi positif. Dialekteika penting dijaga," ujarnya.

Menyoroti kepengurusan, Sekretaris Jenderal A ITB, Arya Sinulingga mengatakan, masing-masing unit dengan nama layaknya kementerian memperlihatkan keseriusan niat organisasi untuk menjadi pemberi masukan kepada bangsa.

Ia yakin, alumni ITB memiliki kemampuan mumpuni di bidangnya masing-masing yang akan memberikan solusi terbaik kepada negara ketika menghadapi persoalan.

"Alumni ITB teknokrat sangat kuat di bidang keilmuannya, IA ITB akan menjadi pemberi masukan secara terori dan langkah. Kita akan memberikan solusi yang terbaik. Jangan heran kalau kabinet (pengurus IA ITA) kali ini namanya menteri-menteri, kita ingin memberi masukan untuk pemerintah," tutur Staf Khusus Menteri BUMN ini.

Dalam struktur kepengurusan, Gembong telah terpilih sebagai Ketua Umum IA ITB berdasarkan kongres pada 17 April 2021.

Usai terpilih, Gembong memilih Ratu Tisha (Alumni 2004), Denda Alamsyah (Alumni 91), dan Muhammad Yurizky (Alumni 91) sebagai Wakil Ketua. Posisi Sekjen diberikan kepada Arya Sinulingga (Alumni 89), dan Bendahara dipegang oleh Batara Purba (Alumni 91).

Adapun daftar Kementerian di kepenguruan IA ITB Periode 2021-2025, yaitu:

1. Kemenko Hukum dan Diaspora membawahi Kementerian Hukum, Tata kelola dan Organisasi, Kementerian Luar Negeri dan Diaspora, Kementerian Kerjasama Antar Usaha dan Negara

2. Kemenko Pembangunan Manusia membawahi Kementerian Pendidikan nasional, Kementerian Pengembangan Karir dan Bisnis Alumni, Kementerian Vokasi dan Sertifikasi

3. Kemenko Pemuda dan Olahraga

4. Kemenko Kreatifitas dan Kebudayaan membawahi, Kementerian Industri Kreatif dan Kementerian Seni. Desain, Kriya dan Budaya

5. Kemenko Ekonomi dan Pembangunan, membawahi Kementerian Pengembangan Ekonomi dan Inovasi, Kementerian Perencanaan Pembangunan Daerah, dan Kementerian Keseimbangan Pembangunan Nasional, Kementerian Investasi, Kementerian Teknologi Pembangunan dan SDGs

6. Kemenko Pariwisata dan Hiburan, membawahi Kementerian Pariwisata, Kementerian Musik, Event,dan Hiburan

7. Kemenko Infrastruktur, Teknologi Keuangan, dan Hilirisasi membawahi Kementerian Infrastruktur dan Perumahan, Kementerian Teknologi Keuangan, Kementerian Teknologi perdagangan, Kementerian Hilirisasi Riset dan Teknologi

8. Kemenko Kelautan, Pertambangan, dan Industri Strategis membawahi kementerian Teknologi kelautan dan Perikanan, kementerian ESDM dan Energi terbarukan, serta Kementerian Industri Pertahanan dan Strategis

9. Kemenko Tenologi Komunikasi dan Informartika membawahi Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Kementerian teknologi Komunikasi

10. Kemenko Kesejahteraan Sosial dan Kerakyatan, membawahi Kementerian Sosial serta Kementerian Kerjasama dan Pengabdian Masyarakat

11. Kemenko Lingkungan dan Pertanian membawahi Kementerian Lingkungan Hidup serta Kementerian Teknologi Pertanian dan Desa

12. Kemenko Kesehatan Masyarakat membawahi Kementerian Teknologi Kesehatan Masyarakat, Kementerian Farmasi dan Alat-alat kesehatan, serta Kementerian Riset Kesehatan

13. Kemenko Kerjasama dan Kewirausahaan membawahi Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro-Kecil, serta Kementerian Kewirausahaan

14. Kemenko Hubungan Antar Lembaga membawahi Kementerian Hubungan Pemerintahan dan Antar Lembaga serta Kementerian Hubungan Ormas

15. Kemenko Industri Teknologi dan Transportasi membawahi Kementerian Teknologi Transportasi dan Logistik serta Kementerian Keselamatan Transportasi

Selain itu juga dibentuk Kantor Staf Khusus Ketua Umum IA ITB serta beberapa badan dan lembaga.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya