Berita

Dutabesar RI untuk Austria, Slovenia, dan PBB, Darmansjah Djumala/Repro

Dunia

Diplomasi Membumi, Wujud Kegelisahan Dubes Djumala Terhadap Mispersepsi Di Masyarakat

RABU, 07 JULI 2021 | 16:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Diplomasi kerap dipersepsikan oleh masyarakat sebagai pekerjaan para elit, mereka yang "berdasi", dan berjarak dengan rakyat.

Dengan tegas, Dutabesar RI untuk Austria, Slovenia, dan PBB, Darmansjah Djumala menolak perspepsi tersebut lewat sebuah buku kompilasi berbagai tulisannya yang berjudul "Diplomasi Membumi: Narasi Cita Diplomat Indonesia".

"(Buku) ini bermula dari pengamatan saya bagaimana publik mempersepsikan 'Apa itu diplomasi?'... Ada kesalahan persepsi bahwa diplomasi itu dikerjakan para elit, tapi berjarak dengan rakyat. Persepsi ini mengganggu saya sebagai diplomat," ungkap Dubes Djumala dalam Webinar Bedah Buku yang digelar FISIP Unpad pada Rabu (7/7).


Kegelisahan Dubes Djumala itu kemudian didorong dengan provokasi dari para akademisi hingga rekan-rekannya di Kementerian Lular Negeri untuk membukukan berbagai pemikirannya.

Tekadnya semakin kuat dengan peribahasa Latin kuno "Verba volant, scripta manent" yang ia yakini. Peribahasa itu diartikan, "Apa yang terucap mudah lenyap, apa yang tercatat akan melekat."

Alhasil, sejak pandemi dimulai, Dubes Djumala mulai mengumpulkan berbagai tulisannya. Bukan hanya sejak bergabung di Kemlu 37 tahun lalu, namun juga ketika ia masih menjadi mahasiswa.

Dari proses pengumpulan artikel selama kurang lebih 1,5 tahun, akhirnya terlahir buku yang terdiri dari 8 bagian, 112 artikel, dan 518 halaman.

"Tulisan dari 1980-an, ketika masih menjadi mahasiswa, menulis di koran Merdeka, Warta Ekonomi, Sinar Harapan. Ini koran-koran sudah almarhum. Tapi alhamdulillah, sahabat-sahabat saya yang bekerja di koran-koran ini masih menyimpan arsip-arsipnya," tutur Dubes Djumala.

Secara keseluruhan, ia menjelaskan, buku tersebut berisi dua hal. Pertama seputar konsep dan kebijakan isu nasional, regional, dan global, termasuk isu-isu khusus. Dan kedua, beberapa isu yang menjadi wacana publik di masyarakat.

Buku tersebut juga diisi dengan Kata Sambutan dari Presiden Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, serta Kata Pengantar dari intelektual UIN Azyumardi Azra.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya