Berita

Pertemuan SBY dengan Rachmawati di Cikeas pada 11 Maret 2021/Net

Publika

SBY: Selamat Jalan Ibu Rachmawati

SABTU, 03 JULI 2021 | 13:28 WIB | OLEH: SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

HARI ini, kita semua terkejut atas berpulangnya Ibu Rachmawati Soekarnoputri ke Rahmatullah karena menderita Covid-19. Semoga almarhumah diterima oleh Allah SWT serta ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi-Nya.

Sungguhpun Ibu Rachmawati adalah manusia biasa, seperti kita semua, banyak yang telah diperbuat untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Saya yakin Allah akan menimbang segala ibadah, amal dan kebaikan almarhumah selama hidup di dunia.

Sebagai seorang sahabat, secara pribadi saya punya banyak kenangan dengan Ibu Rachmawati. Melalui mimbar ini, beberapa di antaranya ingin saya sampaikan kepada khalayak semua, sungguhpun rasa duka dan kehilangan masih menyelimuti keluarga dan sahabat-sahabat beliau di hari kewafatannya ini.


Pertama kali saya mengenal Ibu Rachmawati (secara pribadi) pada akhir Mei 2001. Waktu itu beliau meminta saya (dalam kapasitas saya sebagai Menko Polkam) untuk menyampaikan "keynote speech" pada acara haul Bung Karno yang ke seratus tahun.

Secara khusus saya diminta untuk berbicara tentang Tri Sakti Bung Karno. Tentu dengan senang hati permintaan itu saya penuhi mengingat dahulu kala, ketika masih menjadi remaja, saya aktif dan senang mengikuti pikiran dan pidato-pidato Bung Karno.

Di hadapan peserta acara haul yang cukup representatif, saya kemukakan pandangan saya tentang Tri Sakti Bung Karno tersebut. Tentu bukan kata-kata harfiahnya, tetapi bagaimana Tri Sakti tersebut diaktualisasikan menjawab tantangan kehidupan bangsa yang terus berkembang dari satu dekade ke dekade yang lain.

Kenangan lain yang perlu saya kemukakan adalah ketika Ibu Rachmawati saya berikan kepercayaan, tugas dan kehormatan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh negara itu beliau jalankan dengan serius dan penuh rasa tanggung jawab.

Beliau melibatkan diri secara aktif, dengan antara lain memberikan pandangan, masukan dan usulan kepada saya selaku Presiden. Tentu semuanya demi kepentingan dan kebaikan rakyat Indonesia.

Jika materi yang disampaikan cukup sensitif dan kalau disampaikan di hadapan hadirin yang lain bisa menimbulkan kontroversi dan misinterpretasi, beliau sampaikan secara langsung kepada saya dengan didampingi staf beliau.

Terhadap sejumlah isu nasional nampak kalau Ibu Rachmawati memiliki kepedulian yang tinggi, serta nampak pula bahwa beliau ingin menjadi bagian dari solusi.

Memang bukan hanya Ibu Rachmawati yang memilih bicara dengan saya "one on one" terhadap isu-isu yang kritikal, karena dinilai lebih efektif dan bahkan beliau-beliau itu bisa berdiskusi secara mendalam dengan saya.

Kedua mantan Ketua Wantimpres di era kepresidenan saya, yaitu Bapak Ali Alatas (alm) dan Bapak Emil Salim, yang terkenal kritis (termasuk kepada saya), juga kerap memilih cara-cara pertemuan langsung tersebut.

Selama mengemban tugas bersama di lembaga kepresidenan (lingkup besar) itulah saya mengenal sosok Ibu Rachmawati, termasuk karakter, pikiran dan idealismenya yang sedikit banyak mewarisi pikiran-pikiran besar ayahandanya, Sang Proklamator, pejuang bangsa dan Presiden Republik Indonesia pertama.

Dalam kaitan ini, khususnya apa yang dilakukan oleh Ibu Rachmawati sebagai anggota Wantimpres, secara tulus saya mengucapkan terima kasih, rasa hormat dan penghargaan yang setinggi-tingginya.

Pertemuan terakhir saya dengan Ibu Rachmawati adalah ketika beliau berkunjung ke rumah saya di Cikeas pada 11 Maret 2021 (tiga setengah bulan yang lalu). Waktu itu beliau sengaja menemui saya sebagai wujud kepedulian serta simpati dan empati yang diberikan kepada keluarga besar Partai Demokrat, yang tengah menghadapi cobaan dan ujian sejarah.

Tentu saya sangat terharu ketika masih ada yang mau dan berani bertemu dengan saya kala itu. Sebenarnya saat itu, di samping beliau, tak terhitung pula para tokoh dan sahabat yang secara diam-diam datang menemui saya. Mereka juga ingin menyampaikan simpati dan empatinya.

Itulah antara lain kenangan saya bersama almarhumah Ibu Rachmawati Soekarnoputri.

Selamat jalan Ibu Rachmawati, menuju ke haribaan Sang Khaliq. Semoga Ibu hidup dengan teduh dan tenang di sisi Allah, serta dalam pengampunan dan kasih sayang-Nya. Amin.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya