Berita

Tepi Barat/Net

Dunia

PBB Tuntut Israel Segera Hentikan Perluasan Pemukiman Di Tepi Barat

JUMAT, 25 JUNI 2021 | 09:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengutuk dan mendesak Israel untuk segera menghentikan aneksasi Tepi Barat dan Yerusalem Timur dengan memperluas pemukiman mereka.

Utusan PBB untuk Timur Tengah Tor Wennesland menegaskan, berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan 2016, pemukiman Israel di wilayah tersebut tidak memiliki validitas hukum atau ilegal.

Dalam sebuah pengarahan kepada dewan pada Kamis (24/6), Wennesland menyampaikan laporan setebal 12 halaman yang barisi bahwa persetujuan Israel atas rencana untuk menambah 540 unit rumah di pemukiman Har Homa, Yerusalem adalah ilegal dan tidak sesuai dengan hukum.


“Saya sekali lagi menggarisbawahi, dengan tegas, bahwa permukiman Israel merupakan pelanggaran mencolok terhadap resolusi PBB dan hukum internasional. Itu adalah hambatan utama bagi pencapaian solusi dua negara dan perdamaian yang adil, langgeng, dan komprehensif," tegas Wennesland, seperti dikutip Associated Press.

Wennesland, bersama dengan Sekjen PBB Antonio Guterres juga mendorong pihak berwenang Israel untuk menghentikan pembongkaran rumah-rumah serta properti lain milik warga Palestina di kawasan tersebut.

"Kemajuan semua aktivitas pemukiman harus segera dihentikan,” tegas Wennesland.

Ia juga meminta semua pihak untuk memulai negosiasi mengenai masalah status akhir dan mendesak upaya diplomatik internasional dan regional untuk membantu mengakhiri konflik Israel-Palestina.

Pada Desember 2016, Dewan Keamanan PBB meloloskan resolusi dengan abstain di pihak AS. Resolusi itu menyerukan langkah-langkah segera untuk mencegah semua tindakan kekerasan terhadap warga sipil dan mendesak Israel serta Palestina untuk menahan diri dari tindakan provokatif, hasutan dan retorika inflamasi.

Dalam implementasinya, Guterres dan Wennesland menjelaskan bahwa 4 tahun setelah adopsi resolusi, tidak ada banding yang dipenuhi.

Bahkan Wennesland mengatakan periode antara Maret hingga Juni terjadi peningkatan yang mengkhawatirkan dalam tingkat kekerasan antara Israel dan Palestina. Termasuk serangan Israel ke Gaza selama 11 hari pada Mei.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya