Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Soal Capres 2024, Hasto Contohkan PDIP Tunjuk Jokowi

JUMAT, 11 JUNI 2021 | 21:04 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristyanto menyampaikan, bahwa partai banteng moncong putih itu akan mencari pemimpin untuk 2024 yang berproses dari bawah.

Hasto mencontoh, bagaimana akhirnya Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menunjuk Joko Widodo sebagai calon Presiden yang sebelumnya tidak dikenal masyarakat luas.

"Pada tahun 2014, ketika banyak yang meragukan (Jokowi) dan Ibu Mega mengambil satu keputusan yang sangat genius mengangkat bapak Jokowi, kader PDI Perjuangan yang berproses dari bawah, dari Walikota-Gubernur yang kemudian menjadi Presiden RI," kata Hasto usai pengukuhan gelar profesor dari Unhan untuk Megawati, Jumat (11/6).


"Karakter kemepimpinan dari bawah inilah yang terus didorong, pemimpin yang memahami hakikat kehendak rakyat," sambung Hasto menegaskan.

Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa pada saatnya, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri akan mengumumkan siapa capres-cawapres yang diusung di Pilpres 2024. Bagi PDIP, kata Hasto, menjadi presiden dan wakil presiden itu akan ditentukan oleh rakyat.

"Sehingga kehendak rakyat itulah yang akan dibaca oleh Bu Megawati yang punya hak prerogatif dan inipun di dalam memohon terang dari Tuhan yang Maha Kuasa agar memberikan suatu inspirasi terhadap pemimpin ke depan guna membawa kejayaan bangsa ini," pungkas Hasto.
 

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya