Berita

Zahid Quraishi/Net

Dunia

Zahid Quraishi Jadi Muslim Pertama Yang Duduk Di Jajaran Kehakiman Federal AS

JUMAT, 11 JUNI 2021 | 16:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Zahid Quraishi, seorang putra imigran Pakistan akan menjadi Muslim pertama yang menjabat di bangku kehakiman federal Amerika, satu langkah di bawah Mahkamah Agung.

Quraishi resmi menduduki jabatan barunya itu setelah dikonfirmasi oleh Senat AS dengan suara 81-16 pada Kamis (10/6) waktu setempat.

Quraishi akan bertugas di Distrik Federal AS di New Jersey, pindah dari pekerjaannya sebagai hakim di negara bagian tersebut. Ia menerima sebagian besar dukungan bi-partisan untuk pencalonannya, Demokrat khususnya, memuji suara tersebut.


"Hakim Quraishi telah mengabdikan karirnya untuk melayani negara kita," kata Senator New Jersey Bob Menendez, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Jumat (11/6).

"Dan ceritanya mewujudkan janji Amerika sebagai tempat di mana segala sesuatu mungkin terjadi," lanjutnya.

Senator Corey Booker, juga dari New Jersey, merekomendasikan Quraisy yang berusia 46 tahun untuk posisi itu. Booker menyebutnya "momen luar biasa".

Dia juga mengatakan bahwa Quraisy adalah orang yang percaya diri dan patriotisme, "yang kebetulan juga Muslim."

Quraishi lahir dari imigran Pakistan di New York City dan dibesarkan di tetangga New Jersey. Dia bersekolah di Rutgers Law School tetapi setelah serangan teror 11 September, dia bergabung dengan Angkatan Darat sebagai jaksa militer. Dia kemudian dikirim ke Irak pada tahun 2004 dan 2006.

Setelah itu Quraishi kemudian bekerja untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri AS sebagai asisten pengacara AS yang mengkhususkan diri dalam kasus korupsi publik, kejahatan terorganisir dan penipuan keuangan.

Konfirmasi Quraisy langsung dirayakan oleh kelompok-kelompok advokasi Muslim.

Salam Al-Marayati, presiden Dewan Urusan Publik Muslim mengatakan kepada outlet berita New Jersey, Northjersey.com, bahwa Quraisy harus membuka jalan bagi Muslim masa depan di pengadilan Amerika.

“Kami berharap di beberapa titik akan ada lebih banyak hakim yang dicalonkan oleh Gedung Putih dan dikonfirmasi oleh Senat,” kata Al-Marayati.

"Dan kami berharap (Senat) menghilangkan penghalang ujian lakmus agama untuk calon," ungkapnya.   

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Negara Hadir, Penanganan Gempa NTT Dilakukan Cepat dan Terkoordinasi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:26

Legislator PDIP Anggap Semu Keberhasilan Swasembada Pangan Pemerintah

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:18

Anggota PJ91 Gelar Plogging di Lapangan Utama Jamnas 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:01

Dinamika Internal Organisasi Jelang Muktamar NU Makin Panas

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:46

HNI Berkontribusi dalam Gerakan Perekonomian dan Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:38

Program Prabowo Perkuat Layanan Kesehatan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:23

Tantangan Membangun Sistem Pertahanan Udara Nasional

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00

Transformasi BRI Tuai Pengakuan Global

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:52

Dampak Gempa NTT, Wings Air Batalkan 8 Penerbangan di Ende

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:28

Pemerintah Kerahkan Personel Gabungan ke Daerah Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya