Berita

Gurubesar Bidang Kepemimpinan Strategik Unhan, Profesor DR. (H.C) Megawati Soekarnoputri, menyampaikan orasi ilmiah di hadapan pengajar, mahasiswa, dan pejabat negara, di Aula Merah Putih, Universitas Pertahanan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat siang, 11 Juni/Repro

Politik

Orasi Ilmiah Perdana Gurubesar Bidang Strategik Kepemimpinan Unhan: Benar Kita Dijajah 350 Tahun?

JUMAT, 11 JUNI 2021 | 15:16 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Untuk pertama kalinya dalam jabatan Gurubesar tidak tetap Bidang Kepemimpinan Strategik Universitas Pertahanan, Profesor DR. (H.C) Megawati Soekarnoputri, menyampaikan orasi ilmiah di hadapan pengajar, mahasiswa, hingga pejabat negara.

Salah satu isu yang diangkat Presiden RI kelima itu adalah mengenai sejarah Indonesia, khususnya mengenai masa penjajahan.

Mulanya, Megawati menyinggung soal tiga perubahan yang terjadi di dunia saat ini. Di mana intinya membahas soal realitas dunia yang masih diwarnai bentuk ketidakadilan akibat praktek penjajahan gaya baru.


"Namun (penjajahan gaya baru itu) tetap pada esensi yang sama. (Yaitu) perang hegemoni, rebutan sumber daya alam, rebutan pasar, diikuti daya rusak lingkungan yang semakin besar," ujar Megawati dalam orasi ilmiahnya di Aula Merah Putih, Universitas Pertahanan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat siang (11/6).

Ketua Umum PDI Perjuangan ini mengaku sering bertemu ahli-ahli sejarah. Katanya, satu hal yang dipertanyakan saat bertemu mereka. Yaitu, soal waktu penjajahan yang terjadi di Indonesia.

"Saya sampaikan, tolong dong diperiksa kembali, apakah benar kita di jajah 350 tahun. Kok orang yang dijajahnya senang banget ya, 350 tahun," ucap Megawati.

Setelah itu, Megawati mengajak Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk membenarkan tentang satu hal yang dipertanyakannya tersebut.

"Bagaimana sampai pada sebuah kesimpulan kita dijajah 350 tahun? Saya kalau mungkin sudah lahir di sana, saya ikut berontak," tegasnya.

"Saya kira itu Pak Prabowo juga setuju. Kok enak nemen, kalau kata orang Jawa. Enak amat ya," demikian Megawati.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya