Berita

Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri dan Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto saat meresmikan patung Soekarno berkuda, di halaman Kantor Kemhan, Jakarta, Minggu (6/6).

Politik

Gelar Profesor Ke Megawati Dinilai Politis Untuk Lancarkan Misi Politik

KAMIS, 10 JUNI 2021 | 22:25 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Gelar Profesor Kehormatan yang akan diterima Megawati dari Universitas Pertahanan (Unhan), hari Jumat besok (10/6) dinilai politis untuk melancarkan misi politik.

Demikian pandangan Ketua Umum Forum Politik Indonesia (FPI) Tamil Selvan kepada redaksi kantor Berita Politik RMOL, Kamis (10/6).

"Seolah-olah gelar akademik itu menjadi penghargaan untuk melancarkan keinginan-keinginan politik terselubung," kata Tamil meyayangkan.


Padahal, sambung dia, ketika seseorang memperoleh gelar akademik, harus mampu mempertanggungjawabkan secara moral. Yakni satu hal yang kongkrit bentuk pertaggugjawabannya ialah dengan mengajar.

Menurutnya, gelar akademik, diberikan kepada seseorang jika pernah menyumbangkan daya dan upaya ataupun pemikiran di bidang akademik.

"Nah yang saya lihat semakin kemari, pemberian gelar-gelar akademik ini dipolitisasi," demikian Tamil.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Ajaran Bung Karno di Universitas Bung Karno (UBK), Ristiyanto menuturkan, gelar Profesor adalah jabatan tertinggi yang dapat diraih seorang dosen yang didapatkan karena melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian masyarakat.

"Hal tersebut biasanya memerlukan waktu yang panjang dan persyaratan yang sangat berat," kata Ristiyanto, dalam perbincangan dengan redaksi Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Kamis, 9/6).



Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya