Berita

Presiden Olimpiade Tokyo 2020 Seiko Hashimoto/Net

Dunia

Pergerakan Jurnalis Peliput Olimpiade Tokyo Akan Dilacak GPS, Jika Melanggar Ijin Meliput Akan Dicabut

RABU, 09 JUNI 2021 | 13:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Olimpiade Tokyo 2020 Seiko Hashimoto mengatakan bahwa pihak penyelenggara akan melacak pergerakan jurnalis asing yang meliput dengan GPS, jika melanggar izin mereka akan dicabut.

Sekitar 6.000 reporter yang mengunjungi Jepang untuk Olimpiade harus memberikan daftar rinci area yang akan mereka kunjungi selama dua minggu pertama mereka di Jepang, seperti tempat olahraga dan hotel.

Hashimoto mengatakan bahwa teknologi pelacakan akan digunakan untuk memastikan para jurnalis yang meliput acara yang sempat ditunda karena pandemi Covid-19 itu hanya pergi ke tempat yang seharusnya.


“Untuk memastikan bahwa orang tidak pergi ke tempat lain selain tempat mereka terdaftar, kami akan menggunakan GPS untuk mengatur perilaku mereka secara ketat,” kata Hashimoto sebelum rapat dewan eksekutif Tokyo 2020, seperti dikutip dari AFP, Rabu (9/6).

“Wartawan akan didesak untuk tinggal di hotel yang ditunjuk daripada penginapan pribadi,” tambahnya.

Jumlah hotel akan dikurangi dari yang semula direncanakan 350 menjadi sekitar 150, katanya, karena penyelenggara berusaha menjaga pengunjung di bawah pengawasan ketat.

Atlet juga akan menghadapi pembatasan ketat pada gerakan mereka serta diuji setiap hari untuk virus.

Penggemar luar negeri telah dilarang menghadiri acara tersebut, dan penyelenggara akan memutuskan akhir bulan ini berapa banyak penonton domestik - jika ada - yang dapat menonton kompetisi.

Jepang telah melihat wabah Covid-19 yang lebih kecil daripada banyak negara, tetapi sampai saat ini peluncuran vaksinnya relatif lambat, dengan sekitar 3,5 persen populasi divaksinasi sepenuhnya sejauh ini.

Jajak pendapat nasional cenderung menunjukkan bahwa sebagian besar responden menentang penyelenggaraan Olimpiade musim panas ini, mendukung penundaan atau pembatalan lebih lanjut.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Tak Perlu Takut dengan Ide Kewarganegaraan Ganda Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:26

Cara Mengubah Desil DTSEN Secara Online dan Offline, Lengkap dengan Langkahnya

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:15

Tak Cuma Revisi, DPR Sepakat Regulasi Baru Migas

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14

GBNI Dukung Program Kerakyatan Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:37

B50 Perkuat Kemandirian Energi, Hemat Devisa, dan Dorong Transformasi Ekonomi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:34

Presiden Perintahkan Penanganan Darurat, Wamensos Terjun ke Lokasi Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:28

21 Kantong Parkir Disiapkan Saat Perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:31

MBG Harus Kembali ke Tujuan Awal Bukan Jadi Ladang Bisnis

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:21

Ruas Jalan di Jakarta Direkayasa Saat Perayaan HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:12

Besok! Ongkos Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Cuma Rp8

Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:30

Selengkapnya