Berita

Petugas keamanan berjaga-jaga di luar Institut Virologi Wuhan selama kunjungan tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bertugas menyelidiki asal usul Covid-19/Net

Dunia

Dokumen Rahasia AS: Hipotesis Yang Klaim Virus Corona Bocor Dari Lab Wuhan Sangat Masuk Akal Dan Layak Diselidiki

SELASA, 08 JUNI 2021 | 14:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebuah laporan tentang asal-usul Covid-19 yang dikeluarkan oleh laboratorium nasional pemerintah AS menyimpulkan bahwa hipotesis yang mengklaim bahwa virus corona bocor dari laboratorium China di Wuhan adalah sesuatu masuk akal dan layak untuk diselidiki lebih lanjut.

Laporan itu pertama kali dimuat dalam laporan The Wall Street Journal pada Senin (7/6), mengutip orang-orang yang mengetahui dokumen rahasia tersebut.

"Studi tersebut disiapkan pada Mei 2020 oleh Lawrence Livermore National Laboratory di California dan dirujuk oleh Departemen Luar Negeri ketika melakukan penyelidikan tentang asal mula pandemi selama bulan-bulan terakhir pemerintahan Trump," kata laporan itu, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (8/6).


"Penilaian Lawrence Livermore mengacu pada analisis genomik virus Covid-19," kata WSJ.

Lawrence Livermore menolak mengomentari laporan Wall Street Journal.

Penelitian asal-usul virus corona kembali bergema setelah Presiden Joe Biden mengatakan bulan lalu dia telah memerintahkan para pembantunya untuk menemukan jawaban atas asal usul virus tersebut.

"Badan-badan intelijen AS sedang mempertimbangkan dua kemungkinan skenario - bahwa virus tersebut dihasilkan dari kecelakaan laboratorium atau muncul dari kontak manusia dengan hewan yang terinfeksi - tetapi mereka belum sampai pada kesimpulan," katanya, saat itu.

Sebuah laporan intelijen AS yang masih rahasia beredar selama pemerintahan mantan Presiden Donald Trump, isinya menuduh bahwa tiga peneliti di Institut Virologi Wuhan China menjadi sangat sakit pada November 2019 sehingga mereka mencari perawatan di rumah sakit, kata sumber-sumber pemerintah AS.

Pejabat AS menuduh China kurang transparan tentang asal virus, sebuah tuduhan yang dibantah Beijing.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya