Berita

Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri didampingi Prananda Prabowo dan Nancy Prananda saat peresmian Patung Soekarno di Kementerian Pertahanan/Ist

Politik

Megawati Gandeng Prananda Ke Kantor Prabowo, Kok Bukan Puan Maharani?

MINGGU, 06 JUNI 2021 | 15:10 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kedatangan Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri dalam peresmian patung Proklamator Sukarno di halaman depan kompleks Kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (6/6) menyedot perhatian publik.

Tak sedikit pemerhati berpandangan, pertemuan Mega dan Prabowo itu turut membahas kemungkinan koalisi PDIP dan Gerindra pada Pilpres 2024.

Namun yang menarik, tak ada sosok Puan Maharani dalam pertemuan kedua ketua umum partai itu. Padahal sebelumnya, Puan adalah kandidat terkuat yang disinyalir akan dipasangkan PDIP dengan Prabowo dalam Pilpres 2024.


Megawati justru memilih didampingi putranya, Prananda Prabowo yang tak lain kakak Puan Maharani. Tak sendiri, Prananda juga turut bersama istrinya, Nancy Prananda saat mendampingi orang nomor satu di partai banteng itu.

PDIP belakangan memang sedang berpolemik di internal soal sosok yang akan diusung di 2024. Meski sempat muncul nama Prananda sebagai kandidat penerus Mega, namun polemik yang lebih santer terdengar bukan antara Pranandan dan Puan, melainkan dengan kader PDIP di luar dari darah Mega.

Sejumlah elite PDIP juga lebih banyak mendorong Puan Maharani sebagai kandidat di 2024, dibanding Prananda. Bahkan beberapa elite secara terbuka menjadi tameng saat Puan dihadapkan dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dalam pertemuan di Kementerian Pertahanan, Mega hanya didampingi Prananda beserta sang istri, serta Sekretaris Jenderal PDP, Hasto Kristiyanto, Menteri Hukum dan HAM yang juga kader PDIP, Yasonna Laoly.

Dari Kemenhan, hadir Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Trenggono, KSAD Jenderal Andika Perkasa, Kepala BIN Budi Gunawan, serta para wakil kepala staf angkatan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya