Berita

Utusan Khusus AS untuk Yaman, Tim Lenderking/Net

Dunia

AS: Upaya Gencatan Senjata Di Yaman Terus Dihalang-halangi Milisi Houthi

SABTU, 05 JUNI 2021 | 07:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya pada Jumat (4/6) mengatakan bahwa usaha untuk mencapai kemajuan gencatan senjata dihalangi terus oleh milisi Houthi yang didukung Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan kementerian setelah Utusan Khusus AS untuk Yaman, Tim Lenderking, kembali ke Washington setelah melakukan perjalanan keenamnya ke negeri yang dilanda perang itu.

"Houthi melanjutkan serangan dahsyat di Marib yang dikutuk oleh masyarakat internasional dan membuat Houthi semakin terisolasi," kata Departemen Luar Negeri dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters.


Lenderking ditunjuk oleh Presiden Joe Biden tak lama setelah dirinya memasuki Gedung Putih, sebagai tanda ambisi presiden untuk mengakhiri perang di Yaman.

Bulan lalu, AS menjatuhkan sanksi pada dua pejabat Houthi karena peran mereka dalam serangan di Marib, salah satu benteng terakhir pemerintah Yaman.

Lendeeking juga mengecam Houthi karena menolak pertemuan dengan Utusan Khusus PBB Martin Griffiths bulan lalu.

Houthi hampir bertemu dengan Griffiths setelah sanksi. Namun, setelah kembali dari perjalanan keenamnya, Lenderking tampaknya masih tidak puas dengan Houthi.

"Meskipun ada banyak aktor bermasalah di Yaman, Houthi memikul tanggung jawab besar karena menolak untuk terlibat secara berarti dalam gencatan senjata dan mengambil langkah untuk menyelesaikan konflik hampir tujuh tahun yang telah membawa penderitaan yang tak terbayangkan bagi rakyat Yaman," kata Departemen Luar Negeri.

Selama perjalanan terakhirnya, Lenderking berhenti di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman dan Yordania.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Antony Blinken berbicara dengan rekannya dari Oman untuk membahas masalah regional, termasuk perang Yaman.  

"Menteri (Blinken) dan Menteri Luar Negeri (Oman) mencatat pentingnya gencatan senjata segera dan komprehensif untuk membantu mengakhiri perang di Yaman dan penderitaan kemanusiaan rakyat Yaman," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price.

Oman adalah salah satu dari beberapa negara Teluk dan Arab yang berusaha memfasilitasi dan menengahi pembicaraan damai di Yaman.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Tak Perlu Takut dengan Ide Kewarganegaraan Ganda Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:26

Cara Mengubah Desil DTSEN Secara Online dan Offline, Lengkap dengan Langkahnya

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:15

Tak Cuma Revisi, DPR Sepakat Regulasi Baru Migas

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14

GBNI Dukung Program Kerakyatan Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:37

B50 Perkuat Kemandirian Energi, Hemat Devisa, dan Dorong Transformasi Ekonomi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:34

Presiden Perintahkan Penanganan Darurat, Wamensos Terjun ke Lokasi Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:28

21 Kantong Parkir Disiapkan Saat Perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:31

MBG Harus Kembali ke Tujuan Awal Bukan Jadi Ladang Bisnis

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:21

Ruas Jalan di Jakarta Direkayasa Saat Perayaan HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:12

Besok! Ongkos Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Cuma Rp8

Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:30

Selengkapnya