Berita

Presiden Joko Widodo saat olahraga bersama Kepala Staf TNI dari tiga Matra, Darat, Laut dan Udara di Istana Negara/Net

Pertahanan

Sosok Panglima TNI Ke Depan Diharapkan Paham Ancaman Nirmiliter

SENIN, 31 MEI 2021 | 22:14 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pengamat intelijen dan pertahanan Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati berpandangan, sosok Panglima TNI ke depan harus memiliki pemahaman ancaman nirmiliter seperti pandemi Covid-19.

"Kini dikenal sebagai ancaman hybrida dan telah merubah perspektif ancaman di masa mendatang," kata Susaningtyas Kertopati kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (31/5).

Untuk itu, wanita yang akrab disapa Nuning ini mengharapkan TNI mampu menguasai ilmu pengetahuan seputar
senjata biologi dan pertahanan negara anti senjata biologi.

senjata biologi dan pertahanan negara anti senjata biologi.

Pasalnya, menurut Nuning, pada masa depan ancaman Nubika (Nuklir, Biologi, Kimia) harus masuk dalam kewaspadaan kita. Para Prajurit TNI kini dituntut memiliki kemampuan tempur konvensional dan kemampuan tempur kontemporer.

"Tuntutan kemampuan di masa depan tersebut harus menjadi agenda pimpinan TNI yang baru," sebut Nuning.

Dengan kompleksnya ancaman ke depan, Nuning memiliki harapan agar sosok Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto memiliki segudang pengalaman penugasan operasional yang disokong oleh latar belakang pendidikan mumpuni.

"Sebenarnya Panglima TNI sangat bagus bila memiliki tingkat intelektual yang tinggi ,dijabat oleh Pati yang memiliki kriteria sebagai Scholar Warrior," tandas Nuning.

Mareskal Hadi Tjahjanto dalam enam bulan ke depan bakal memasuki masa purna tugas kedinasan sebagai anggota TNI aktif. Otomatis, sebelum menginjak pensiun, Presiden Joko Widodo akan menunjuk pengganti Hadi sebagai Panglima TNI. Dua Jenderal aktif disebut berpeluang menggantikan Hadi yakni KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa dan KSAL Laksamana Yudo Margono. Keputusan sepenuhnya ada di tangan Presiden Jokowi sebagai panglima tertinggi TNI.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

UPDATE

Prabowo Harus Siapkan Langkah Antisipatif Ketahanan Energi

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:59

Beckham Jawab Keraguan dengan Tampil Trengginas di GBK

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:48

Daftar 97 Pinjol yang Didenda KPPU Imbas Praktik Kartel Suku Bunga

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:28

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Wejangan Ray Dalio

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:45

Ketua DPD Dorong Pembangunan Fondasi Sepak Bola Lewat Kompetisi

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:29

KPPU Denda 97 Pinjol Buntut Praktik Kartel Suku Bunga

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:59

Purbaya Disentil Anas Urbaningrum Usai Nyemprot Ekonom Kritis

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:33

Serius Bahas PP Tunas

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:18

Polri Didesak Audit Dugaan Aliran Dana Asing ke LSM

Sabtu, 28 Maret 2026 | 00:59

Selengkapnya