Berita

Duta Besar Ukraina untuk Thailand Andriy Beshta terlihat menghadiri pertemuan dengan seorang pejabat dari Kementerian Luar Negeri Thailand/Net

Dunia

Dubes Ukraina Meninggal Misterius, Spekulasi Tak Terhindarkan Muncul: Mungkinkah Diracun Rusia?

SENIN, 31 MEI 2021 | 06:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Duta Besar Ukraina untuk Thailand, Andrii Beshta, meninggal mendadak di Pulau Koh Lipe pada Minggu (30/5) pagi waktu setempat.

Beshta (45 tahun) meninggal  di kamar hotelnya pada Minggu (30/5) pukul 05.30 waktu setempat. Puteranya memberitahu polisi bahwa ayahnya pergi tidur pukul 11 ​​malam pada Sabtu. Paginya, yaitu Minggu pukul 4.30, ayahnya mulai muntah, kemudian pingsan. Beshta pun meninggal tak lama kemudian.

Kematian Beshta dilaporkan ke kepolisian Koh Lipe sekitar pukul 5.30 pagi. Tak lama, jenazah Duta Besar Ukraina itu kemudian dibawa dari Pulau Koh Lipe ke Rumah Sakit Satun.


Pertugas mengatakan, dalam penyelidikan awal  tidak ada jejak ruangan yang dibuka paksa atau penyerangan.

Beshta telah tiba di pulau yang terkenal indah di Thailand pada Jumat (28/5) dengan putranya, Ostap, yang berusia 17. Keduanya akan menghadiri acara perpisahan kepada Ketua Asosiasi Pariwisata Satun sebelum duta besar meninggalkan pekerjaannya untuk pulang. Mereka menginap di kamar yang sama di Bu-nga Resort, seprti dilaporkan New York Post.

Gubernur Satun, Ekkarat Leesen, mengatakan otopsi awal di Rumah Sakit Satun di China daratan menyimpulkan dia meninggal karena serangan jantung. Rumah saki telah melakukan tes usap untuk virus corona dan menunjukkan hasil negatif.

"Kami mengesampingkan 100 persen bahwa dia meninggal karena Covid," kata Ekkarat.

Jenazah selanjutnya dibawa keluar dari rumah sakit pada pukul 14.50 dan diangkut melalui darat ke Bangkok untuk dilakukan otopsi lebih lanjut di Rumah Sakit Umum Polisi.

"Keluarga Beshta menginginkan jenazah itu dikembalikan ke Ukraina secepat mungkin," kata gubernur.

Beshta menghabiskan lebih dari satu dekade karirnya di Thailand, menurut situs web kedutaan. Ia tiba pertama kali pada tahun 2007 sebagai penasihat misi diplomatik di Bangkok.

Dia diangkat sebagai wakil direktur jenderal kedutaan pada 2011, mengambil alih sebagai duta besar pada 2016.

Bangkok Post menulis, meskipun belum ada dugaan adanya kecurangan dalam kematian Beshta, sejumlah spekulasi kemudian mucul atas peristiwa kematian mendadak itu, mengingat permusuhan yang berlangsung lama dan berkelanjutan antara Rusia dan Ukraina.

Sebelumnya, mantan politikus Ukraina, Viktor Yushchenko, mengalami kerusakan akibat keracunan dioksin  2004, yang terkait dengan Rusia. Saat itu, Yushchenko digadang gadang menjadi calon presiden. Yushchenko berhasil melewati masa krisisnya lalu terpilih menjadi Presiden Ukraina pada 2005.  

Pada 2018, pemerintah Inggris juga menuduh Rusia melakukan percobaan pembunuhan dan mengumumkan serangkaian tindakan hukuman setelah keracunan Novichok terhadap mantan mata-mata Sergei Skripal dan putrinya Yulia.

Rusia juga secara luas diyakini berada di balik keracunan Novichok terhadap pemimpin oposisi Alexei Navalny pada 20 Agustus tahun lalu.

Pada tahun 2014, Rusia menginvasi dan mencaplok wilayah Krimea, Ukraina, dan tahun ini muncul kekhawatiran bahwa Rusia sedang merencanakan invasi baru.

Permusuhan antara dua negara tetangga itu adalah salah satu titik api utama dalam hubungan antara Rusia dan Barat, dengan ketegangan yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya