Berita

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran bersama Presiden Joko Widodo dalam satu kesempatan/Net

Nusantara

Copot Anak Buah Tak Serius Tangani Covid, Kapolda Metro Senafas Dengan Presiden Soal Sense of Crisis

RABU, 26 MEI 2021 | 21:29 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dinilai senafas dengan Presiden Joko Widodo dalam melihat pandemi Covid-19 yang saat ini masih terjadi yakni adanya sense of crisis atau kepekaan dalam menghadapi krisis yang diakibatkan pandemi Covid-19.

Hal ini ditunjukan Fadil yang bakal mencopot Kapolsek dan Kapolres jika tidak aktif dalam menangani Covid-19.

"Kapolda Metro Jaya paham betul apa yang diinginkan oleh pak Jokowi, harus ada sanse of crisis, bahwa ini pandemi harus extraordinary kerja-kerjanya," kata Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (26/5).


Polri, kata Adib, memang telah memiliki kesadaran penuh bahwa dampak Covid-19 bukan hanya kepada kesehatan melainkan situasi Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat).

"Dan salah satu faktor penentu peningkatan ekonomi ialah faktor keamanan, disamping kepastian hukum dalam hal mengatasi pandemi Covid," ujar Adib.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran akan mencopot Kapolres dan Kapolsek yang tidak serius menangani penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Seluruh Kapolsek dan Kapolres diminta turun ke lapangan guna menekan penyebaran Covid-19 .

"Kapolsek dan Kapolres diwajibkan turun ke lapangan jangan cuma dengar dengar dari bhabinkamtibmas saja terus tidur. Kita akan beri reward kalau berhasil menekan Covid-19 di wilayah tapi punishment juga bagi Kapolres da Kapolsek yang tidak turun. Apa punishment-nya kemungkinan akan diganti," ungkap Fadil kepada wartawan Selasa (25/5).



Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya