Berita

Riyanta, caleg PDIP pemilik suara terbanyak setelah almarhum Imam Suroso/Net

Politik

Riyanta Berharap PDIP Tegakkan UU MD3 Dalam Memutuskan PAW Imam Suroso

JUMAT, 21 MEI 2021 | 14:24 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Keputusan DPP PDI Perjuangan terkait pengganti antarwaktu (PAW) anggota DPR RI Fraksi PDIP, Imam Suroso, yang meninggal dunia, masih dinantikan.

Penantian keputusan DPP PDIP itu berarti penting bagi Riyanta, pemilik suara terbanyak yang seharusnya menggantikan Imam Suroso mewakili Dapil Jawa Tengah III ke Senayan.

Riyanta menyebutkan, belum adanya keputusan itu karena DPP PDIP memiliki tafsir yang bagi dia subjektif terhadap UU MD3 yang mengatur tentang pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR.


"Belum ada keputusan, intinya kan partai punya tafsir subjektif," kata Riyanta kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (21/5).

"Kalau berkaitan dengan sistem regulasinya kan sudah jelas baik di UU MD3 maupun di PKPU, sementara partai punya tafsir yang sendiri ya itu urusan partai," imbuhnya.

Adapun aturan UU MD3 yang dimaksudkan Riyanta, adalah Pasal 242 UU MD3 tentang PAW, yaitu:  

Pertama, anggota DPR yang berhenti antarwaktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239 ayat (1) dan Pasal 240 ayat (1) digantikan oleh calon anggota DPR yang memperoleh suara terbanyak urutan berikutnya dalam daftar peringkat perolehan suara dari partai politik yang sama pada daerah pemilihan yang sama.

Kedua, dalam hal calon anggota DPR yang memperoleh suara terbanyak urutan berikutnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meninggal dunia, mengundurkan diri, atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai calon anggota DPR, anggota DPR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digantikan oleh calon anggota DPR yang memperoleh suara terbanyak urutan berikutnya dari partai politik yang sama pada daerah pemilihan yang sama.

Ketiga, masa jabatan anggota DPR pengganti antarwaktu melanjutkan sisa masa jabatan anggota DPR yang digantikannya.

Riyanta pun berharap PDIP segera mengambil keputusan dengan berdasarkan pada aturan tersebut.

"Kalau aturannya kan jelas, kalau dari pendapat saya di UU kan jelas saya yang menggantikan Almarhum Pak Imam Suroso," ucapnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya