Berita

Presiden Joko Widodo bersama Sekretaris Kabinet Pramono Anung/Net

Politik

Ajakan Beli Bipang Online Bukti Jokowi Mudah Disetir Orang Sekelilingnya

MINGGU, 09 MEI 2021 | 21:22 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Keberadaan Joko Widodo sebagai kepala negara dianggap masih terlalu mudah disetir oleh orang-orang sekelilingnya di kabinet.

Hal itu merujuk dari polemik pernyataan Joko Widodo yang mengajak masyarakat membeli makanan lokal, salah satunya bipang atau babi panggang ambawang, khas Kalimantan Barat yang kini menuai pro dan kontra.

"Pernyataan tersebut membuktikan bahwa Jokowi tidak mampu menyaring dan mudah disetir oleh orang sekelilingnya," ujar pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (9/5).


Keluarnya pernyataan bernada ajakan mengonsumsi makanan haram bagi umat muslim di tengah bulan ramadhan itu disinyalir merupakan pidato yang dibuat para pembantu presiden.

Saiful pun mempertanyakan kemandirian seorang presiden dalam menyampaikan hal-hal sensitif di tengah bulan ramadhan.

"Selain itu dapat disimpulkan fungsi orang terdekat Jokowi yang sangat mengerti agama baik di Setkab, KSP, dan staf milenial nyata-nyata tidak berfungsi dengan baik, hingga presiden menyatakan kata-kata yang seharusnya tidak diucapkan," kata Saiful.

Hal itu makin kacau saat orang-orang di dekat presiden justru memberi pembelaan, bukan memberi klarifikasi menetralkan suasana.

"Artinya mereka hanya ingin menunjukkan bahwa presiden tidak pernah salah. Kalau ada salah, maka yang mengkritik adalah yang salah, itu justru kurang baik bagi Presiden Jokowi sendiri, dan bahkan akan menjerumuskan presiden," tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya