Koordinator Klaster Kajian Konflik, Pertahanan dan Keamanan di Pusat Penelitian Politik LIPI, Muhamad Haripin/RMOL
Koordinator Klaster Kajian Konflik, Pertahanan dan Keamanan di Pusat Penelitian Politik LIPI, Muhamad Haripin/RMOL
Penyematan status teroris diberikan pemerintah setelah insiden penembakan terhadap pimpinan Badan Intelijen Negara di Daerah (BINDA) Papua dan serangan balasan tim gabungan TNI-Polri di wilayah Kabupaten Puncak pada April lalu.
Dalam pernyataan pers yang dibacakan secara daring oleh Koordinator Klaster Kajian Konflik, Pertahanan dan Keamanan Muhamad Haripin, P2P-LIPI menyebut penyematan status "tersebut dapat memperburuk dampak psikologis, stigmatisasi, dan diskriminasi terhadap orang Papua.
Populer
Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24
Senin, 27 Juli 2026 | 19:53
Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00
Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02
Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58
Senin, 27 Juli 2026 | 01:03
Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58
UPDATE
Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09
Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02
Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49
Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05
Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00
Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28
Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24
Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02
Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23
Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05