Berita

Anggota Panitia Khusus (Pansus) Otonomi Khusus (Otsus) Papua DPR RI, Junaidi Auly/Net

Politik

Bagi Junaidi Auly, Revisi UU Otsus Penting Untuk Perbaiki Kesejahteraan Rakyat Papua

RABU, 05 MEI 2021 | 09:50 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Revisi UU Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua sangat penting untuk memperbaiki kualitas kesejahteraan, kehidupan dan pembangunan rakyat Papua.

Atas alasan itu, anggota Panitia Khusus (Pansus) Otonomi Khusus (Otsus) Papua DPR RI, Junaidi Auly memastikan pihaknya akan mendengarkan pendapat yang berkembang di masyarakat.

Pada Senin lalu (3/5), Junaidi Auly bersama bersama anggota pansus melakukan kunjungan kerja ke Jayapura untuk menyerap aspirasi tersebut


“Kemudian merumuskan masukan-masukan dari berbagai stakeholder di Papua," ujarnya kepada wartawan, Rabu (5/5).

Politisi Fraksi PKS ini memandang bahwa nilai dasar dari otsus Papua yaitu perlindungan terhadap hak-hak dasar rakyat untuk mendapatkan keadilan dan kesejahteraan atas tanah dan air dalam batas-batas tertentu dengan SDA yang terkandung di dalamnya.

Perubahan kedua atas UU 21/2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua dinilai penting mengingat bahwa landasan hukum Dana Otonomi khusus (Otsus) Papua akan berakhir pada tahun 2021 sebagaimana diatur dalam Pasal 34 UU 21/2001.

Doktor ilmu pemerintahan ini mengatakan, perlu ada evaluasi menyeluruh terkait 20 tahun pelaksanaan otsus Papua.

Selain dari segi pendanaan, pembahasan lebih mendalam penting dilakukan terkait pelanggaran hak masyarakat adat, kekecewaan masyarakat adat atas masalah hutan dan lahan, konflik antara masyarakat dengan perusahaan dan pemerintah, pemanfaatan SDA, serta perlindungan kepada rakyat dan masyarakat adat.

"Kami berharap bahwa otsus Papua bisa menjadi bagian dari penyelesaian masalah di Papua dan orang asli Papua di berbagai wilayah Indonesia, tidak ada lagi diskriminasi, pelanggaran HAM terhadap orang Papua," tutup Junaidi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya