Berita

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melkiades Laka Lena/Ist

Politik

Pimpinan Komisi IX DPR Minta Polri Sisir Daerah Lain Yang Gunakan Alat Rapid Test Bekas

RABU, 28 APRIL 2021 | 20:38 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pimpinan Komisi IX DPR meminta aparat kepolisian menginvestigasi kemungkinan adanya penggunaan alat rapid test bekas di wilayah lain seperti yang ditemukan di Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara baru-baru ini.

“Tentu menjadi perhatian juga untuk memastikan bahwa kejadian yang sama tidak terjadi di berbagai tempat di mana dilakukan di pemeriksaan antigen di bandara, pelabuhan, atau terminal,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR, Melkiadel Laka Lena, Rabu (28/4).

Politisi Golkar ini menilai, kasus alat rapid test bekas di Kualanamu bisa saja terjadi di wilayah lain.


Sehingga, pihaknya mendesak aparat penegak hukum termasuk Kemenkes, Satgas di tingkat pusat, kabupaten/kota guna memastikan bahwa pelabuhan, terminal, dan bandara tidak melakukan modus serupa.

“Dan di berbagai lab yang mengadakan testing ini juga dipastikan tidak melakukan atau menghindari praktik-praktik seperti ini yang bisa saja menjadi klaster baru Covid-19,” tandasnya.

Sebelumnya, temuan penggunaan alat rapid test bekas diungkap Polda Sumatera Utara saat menggerebek lokasi layanan rapid test antigen di Bandara Internasional Kualanamu, Selasa (27/4).

Pengerebekan tersebut berkenaan dengan adanya dugaan penggunaan alat rapid test antigen daur ulang atau bekas. Polisi menangkap 6 orang yang merupakan karyawan dari salah satu perusahaan farmasi ternama.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya